B20 Sulit Digunakan untuk Pembangkit Pulau Terpencil

News - Iswari Anggit, CNBC Indonesia
28 November 2018 21:05
B20 Sulit Digunakan untuk Pembangkit Pulau Terpencil
Jakarta, CNBC Indonesia- Bos Pertamina dan PLN secara mendadak datang ke kantor Kementerian Koordinator Perekonomian. Di sana kemudian mereka rapat bersama untuk membahas realisasi kebijakan biodiesel B20.

"Bahas B20, tidak ada apa-apa cuma update saja," ujar Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati saat dijumpai seusai rapat di Gedung Kemenko, Rabu (28/11/2018).




Sementara, Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir menambahkan salah satu pembahasan adalah penggunaan B20 di beberapa pembangkit milik PLN yang belum bisa dilaksanakan. "Ada beberapa daerah yang tidak mungkin, kadang-kadang kalau gas pasokannya tidak ada kita pakai diesel karena kalau gas itu kan best effort ya," jelasnya.

Daerah yang dimaksud terutama adalah daerah terpencil dan pulau kecil-kecil. Untuk pulau kecil dan lokasi terpencil ini akan lebih jauh distribusinya dan ada dampak di biaya transportansi. "Misal di pedalaman Papua, bawa B20 ke sana kan sulit sekali. Tidak efisien, makanya itu tetap pakai BBM. Nah, sekarang pengembangan untuk daerah 3 T kan besar, cuma secara volume kecil jumlahnya banyak."

Konsumsi solar untuk pembangkit PLN sendiri, meski sudah menurun, kini mencapai 2 juta- 3 juta KL. Sementara, PLN ditargetkan untuk bisa menyerap 700 ribu KL, namun belum bisa dipastikan apakah bisa diserap seluruhnya atau tidak. "Lihat dari besarannya ya, sekarang ada pembangkit gas, ada yang derivatif ke gas tidak bisa jadi biofuel dan itu hanya untuk HSD dan gas," katanya. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading