Tahun Depan, Blok Jambaran Tiung Biru Mulai Bor Sumur

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
09 November 2018 18:18
Proyek gas andalan RI di Pulau Jawa ini bakal mulai dibor tahun depan
Jakarta, CNBC Indonesia- Proyek unitisasi Jambaran-Tiung Biru yang dilakukan oleh PT Pertamina EP Cepu (PEPC) akan memasuki tahap pengeboran dua sumur di 2019 mendatang.

"Kira-kira pada Juli 2019 rig sudah mulai masuk lokasi, sekarang sedang proses tender," ujar Direktur Utama PEPC Jamsaton Nababan kepada media saat dijumpai dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (9/11/2018).




Lebih lanjut, ia mengatakan, rig yang dipakai adalah produksi dalam negeri, dibuat dari anak usaha PT Pertamina (Persero). Adapun, sumur yang dibor jumlahnya empat di Wellpad Jambaran East dan dua di sentral. 

"Jadi totalnya ada enam," tambah Jamsaton.

Dari segi lahan, Jamsaton mengatakan, sudah tidak ada lagi permasalahan lahan. Baik tanah pribadi, tanah desa, dan tanah perhutani, semuanya sudah diselesaikan. Tinggal melakukan surat menyurat, maka pembebasan lahan sudah selesai.

General Manager Proyek Jambaran Tiung Biru Bob Wikan H Adibrata menuturkan, secara keseluruhan pengerjaan proyek ini sudah 8% dari target 9%. Bob mengatakan, mestinya sudah bisa mencapai 9%, tetapi menjadi sedikit terlambat karena ada hambatan utamanya dari sisi rekayasa (engineering).

"Masih menyelesaikan detil desain rekayasa. Kami ada konstruksi ahead, procurement ahead, engineering, nah kami masih menyelesaikan detail engineering design. Yang lainnya masih on track, sekarang fokus utama kami adalah konstruksi, karena sudah masuk musim hujan, tantangannya hadapi banjir yang bisa memengaruhi barang kebutuhan proyek," terang Bob.

Sedangkan dari sisi investasi, secara total investasi yang dibutuhkan untuk Jambaran-Tiung Biru sebesar US$ 1,5 miliar. Dari US$ 1,5 miliar tersebut, sebesar US$ 984 juta digelontorkan untuk pembangunan fasilitas gas (GPF).

"Dari US$ 984 juta itu, serapannya hampir US$ 140 juta, atau kurang dari 1%," terang Bob.

Sebagai informasi, Jambaran Tiung Biru merupakan unitisasi antara Lapangan Jambaran yang masuk Blok Cepu dan Lapangan Tiung Biru yang masuk wilayah kerja PT Pertamina EP dengan operatornya adalah PEPC. Proyek JTB diperkirakan menelan belanja modal (capital expenditure/capex) US$ 1,547 miliar.

Kontrak Lapangan Jambaran Tiung Biru akan berakhir September 2035. Saat ini, Pertamina harus mengembalikan biaya investasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang menyatakan mundur dari pengelolaan blok tersebut tahun lalu.

Jambaran Tiung Biru ini nantinya bisa menghasilkan gas 315 MMscfd. Namun, dari jumlah itu yang bisa dijual hanya 172 MMscfd. Kemudian, kandungan gas itu juga ada karbondioksida (CO2) sebesar 110 MMscfd. Adapun, harga jual gas-nya, dipatok sebesar US$ 6,7 per mmbtu di kepala sumur, dan US$ 7,6 per mmbtu di pembangkit PLN. 

Gas CO2 ini nantinya akan digunakan untuk produksi Lapangan Sukowati menggunakan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR). Dengan begitu, bisa mendongkrak produksi Pertamina EP secara keseluruhan.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading