Pertamina EP Punya 300 Lapangan Minyak, Tapi 90% Sudah Tua

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
07 November 2018 11:42
Pertamina EP Punya 300 Lapangan Minyak, Tapi 90% Sudah Tua
Jakarta, CNBC Indonesia- Meningkatkan produksi cadangan minyak di Indonesia saat ini dinilai tidak mudah. Pasalnya, banyak lapangan-lapangan minyak Indonesia yang usianya sudah tua.

Misalnya saja, lapangan-lapangan milik PT Pertamina EP (PEP). Presiden Direktur PEP Nanang Abdul Manaf menuturkan, dari 300 lapangan, 90% adalah lapangan tua. Umurnya sudah lebih dari 40 tahun.




"Tapi, kami tetap bisa produksi. Tulang punggung kami di Jawa Barat dan Sumatra Selatan. Tantangan terbesar itu bagaimana kami menekan penurunan (decline)," ujar Nanang ketika menyampaikan paparannya dalam sebuah diskusi di Jakarta, Rabu (7/11/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan, ketika harga minyak jatuh, dampaknya ke produksi. Untuk mengangkat lagi produksi, butuh usaha luar biasa. Nanang menyebutkan, pada 2017-2018 ada tanda-tanda kenaikan produksi, tetapi tidak signfikan. 

Sehingga, strategi agar produksi minyak terus bertumbuh yaitu dengan eksplorasi. Ia mencontohkan, misalnya di lapangan Sukowati.

"Di Sukowati, sebenarnya reservoir sangat ideal. Sehingga, tantangannya bagaimana untuk recover minyak sampai optimum. Optimasi Plan of Development (POD) tambah sumur injeksi, karena isunya mengelola tekanan penurunan produksi, dengan melakukan injeksi," terang Nanang.

Selain itu, akan dilakukan juga revisi model reservoir, apakah masih sesuai dengan POD sebelumnya atau tidak. Nanang mengatakan, ini yang akan menjadi dasar perusahaan untuk pengembangan lebih lanjut. Sebab, pemodelan ini penting, untuk melakukan integrasi data dinamis, sumur seismic 3D, tekanan dan data produksi.



Kesulitannya, tutur Nanang, adalah bagaimana bisa buat semen bonding yang bagus, membuat minyak dan air bersatu. Mobilitas air yang tinggi lebih banyak, padahal mestinya sebaliknya. 

Sehingga, kuncinya adalah bagaimana semen bonding tersebut memiliki kualitas bagus dan lebih panjang dari sisi umur. 

"Pada akhirnya, kami berharap di 2018 sampai Juli, produksi incline 5%. Artinya 2018 ini ada turning point trend menurun sekarang kita ramp up angkat kembali. Harapannya ini dari lapangan-lapangan baru development baru, aset kelola baru dari Sukowati," tambahnya.

"Ada tambahan produksi baru dari lapangan green field. Kami memang tidak pernah nemuin signifikan discovery. Kami hanya bisa bertahan supaya decline tidak banyak," tegasnya. (gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading