ESDM: Gas DMO US$ 6/MMBTU Berlaku di Hulu

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
02 November 2018 18:47
Aturan Gas DMO berlaku untuk sektor hulu.
Jakarta, CNBC Indonesia- Kementerian Energi dan Sumber Daya Energi (ESDM) berencana menerapkan aturan harga khusus gas untuk digunakan di dalam negeri (Domestic Market Obligation), khususnya untuk pembangkitan listrik.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Andy Noorsaman Sommeng menjelaskan bahwa pemberlakukan DMO gas ini untuk sektor hulu. "Keputusan Panja Komisi VII DPR saat RDP dengan PLN, harganya US$ 6 per mmbtu di plant gate," ujar Andy kepada CNBC Indonesia, Jumat (2/11/2018).




Untuk itu, pihaknya tengah melakukan pendekatan ke Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas) agar bisa segera ditetapkan. Apalagi hal ini merupakan keputusan rapat bersama antara DPR dan pemerintah. "Harus dibicarakan secara intensif," katanya.

Andy juga sempat mengatakan usulan DMO gas ini juga sudah disetujui oleh Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Menurut dia, ketetapan DMO untuk gas sebagai pembangkit memiliki dasar hukum yang jelas, salah satunya UU Energi. Selain itu, dia menilai harga gas dalam negeri memang bisa dijual lebih murah.

Terlebih lagi, menurut dia usaha hulu migas yang telah mencapai 30 tahun, asetnya pasti telah balik modal. Maka dari itu, biaya produksi gas hanya dihitung dari kegiatan field drilling yang dilakukan sambil menjaga sumur (well maintenance), setelah produksi mencapai puncak (peak).

Sementara untuk sisi midstrem dan hilir, kementerian sudah menetapkan skema 7:11 yang dituangkan dalam Permen 58 tahun 2017. Biaya niaga (termasuk margin keuntungan) dari penjualan gas tidak boleh lebih dari 7%.  Sedangkan Internal Rate Return (IRR) alias tingkat pengembalian modal dari infrastruktur gas dibatasi maksimal 11% per tahun untuk yang sudah eksisting dan bukan di wilayah baru (non pioneering). Untuk pembangunan infrastruktur gas di wilayah baru (pioneering), IRR boleh sampai 12% per tahun.
(gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading