Rusdi Kirana Tak Terima Australia Buru Buru Boikot Lion Air

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
30 October 2018 19:19
Rusdi Kirana Tak Terima Australia Buru Buru Boikot Lion Air
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemlik Lion Air Group Rusdi Kirana meminta Pemerintah Australia untuk menunggu hasil investigasi otoritas berwenang sebelum memutuskan untuk melarang warganya menggunakan maskapainya.

Kemarin, pesawat Lion Air JT 610 jatuh di perairan sekitar Karawang, Jawa Barat, dengan membawa 178 penumpang. Hingga kini, proses pencarian dan evakuasi masih dilakukan.

[Gambas:Video CNBC]




Hal tersebut diungkapkan oleh Rusdi usai bertemu keluarga korban di Crisis Center Lion Air Hotel Ibis Jakarta Sentral Cawang, Selasa (30/10/2018) sore.

Rusdi mengatakan, imbauan Pemerintah Australia tersebut sejatinya tidak berdampak banyak ke bisnis karena Lion Air banyak bermain di pasar domestik. Ia menyebut porsi penerbangan internasional, khususnya ke Australia sangat kecil, yaitu hanya melalui Batik Air.

"Kami menghargai kalau memang mereka melarang. Tapi kita juga berharap, setelah hasil investigasi ternyata itu bukan salah kita, kita minta mereka untuk lakukan koreksi," ujar Rusdi.

Dia mengatakan belum ada hasil investigasi yang menunjukkan bahwa insiden jatuhnya JT 610 adalah kesalahan dari Lion Air. Untuk itu, ia berharap Pemerintah Australia juga menunggu hasil investigasi sebelum mengambil keputusan.

"Kejadian ini, belum terbukti kita salah. Kalau betul itu di-banned Australia kita hormati tapi kita tunggu hasil evaluasi ini," ujar Rusdi.

"Ini gak bakal lama kok karena ini semua orang, seluruh dunia melihat. Karena ini pesawat baru, produk baru. Boeing juga mau untuk perbaikan selanjutnya. Ini saya yakin gak lama." (ara/ara)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading