Demi Program 35 Ribu MW, PLN Terbitkan Global Bond Rp 22,83 T

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
23 October 2018 12:06
Demi Program 35 Ribu MW, PLN Terbitkan Global Bond Rp 22,83 T

Jakarta, CNBC Indonesia - PT PLN (Persero) kembali menerbitkan obligasi global (global bond) senilai US$ 1,5 miliar atau setara Rp 22,83 triliun. Hasil penerbitan akan digunakan untuk mendanai kebutuhan Investasi dan kebutuhan program 35.000 MW.

Global Bond tersebut diterbitkan dalam dua mata uang sekaligus, yaitu US$ dan Euro. Perinciannya US$ 500 juta dengan tenor 10 tahun 3 bulan, US$ 500 juta dengan tenor 30 tahun 3 bulan dan €500 juta dengan tenor 7 tahun, dan tingkat bunga masing-masing 5,375%, 6,25%, dan 2,875%.


"Pilihan pendanaan ini dinilai cukup tepat mengingat sebagian besar kebutuhan investasi peralatan pembangkit listrik masih harus diperoleh dari luar negeri," ujar Executive Vice President Corporate Communication & CSR PLN I Made Suprateka via keterangan resminya, Selasa (23/10/2018).


Made menjelaskan, di tengah kondisi pasar yang volatile atau tengah bergejolak serta isu perang dagang, PLN tidak hanya bisa mendapatkan pendanaan dengan tenor yang panjang. PLN juga berhasil memperluas basis investor di Pasar Eropa dengan Global Bond bermata uang Euro.



Global Bond itu juga berhasil memperoleh kupon dan beban bunga yang sangat kompetitif meskipun suku bunga acuan Bank Sentral AS pada tahun ini telah naik sebanyak tiga kali. 


Adapun, Made mengklaim, PLN merupakan BUMN Indonesia pertama yang mampu secara bersamaan menerbitkan obligasi global di pasar internasional dalam dual currency yaitu USD dan Euro,.

PLN juga menjadi BUMN Indonesia pertama yang mampu menerbitkan secara sekaligus dalam triple tranches, yaitu tenor 7 tahun, 10 tahun dan 30 tahun.

Direktur Keuangan PLN Sarwono menuturkan penerbitan global bond itu sekaligus membuktikan bahwa dunia internasional percaya terhadap keuangan Indonesia dan PLN senantiasa dikelola dengan pruden.


"Serta menunjukkan keyakinan dari masyarakat internasional atas kekuatan fundamental ekonomi Indonesia dan PLN saat ini maupun keberlangsungan pertumbuhannya di masa mendatang," kata Sarwono.
(miq/miq)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading