Bank Dunia Sebut Anak-anak RI Tak Maksimal dapat Pendidikan

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
11 October 2018 09:42
Bank Dunia Sebut Anak-anak RI Tak Maksimal dapat Pendidikan
Nusa Dua, CNBC Indonesia - Indonesia berada di peringkat 87 dari 157 negara yang terangkum dalam Indeks Modal Manusia atau Human Capital Index (HCI) yang dirilis Bank Dunia (World Bank/ WB), Kamis (11/10/2018).

Posisi RI lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lainnya, seperti Singapura (1), Vietnam (48), Malaysia (55), dan Thailand (65), menurut laporan yang dipublikasikan di sela-sela IMF-WB Annual Meetings 2018 ini.


Nilai indeks yang diperoleh Indonesia tercatat 0,53 dari angka tertinggi 1 dengan batas atas atau upper bound sebesar 0,55, menurut laporan tersebut.


"Ini berarti anak-anak Indonesia saat ini akan masuk ke usia 20 dengan hanya 55% tingkat kesehatan dan pendidikan penuh," kata Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim dalam konferensi pers di Nusa Dua, Kamis.

"Yang patut digarisbawahi adalah PDB [produk domestik bruto] Indonesia di masa depan hanya 55% dari potensi seharusnya yang dapat dicapai bila anak-anak Indonesia mendapatkan kesehatan dan pendidikan secara penuh, menurut formula yang kami gunakan," tambahnya. 

PDB per kapita Indonesia telah naik dari US$785 (Rp 12 juta) di tahun 2000 menjadi lebih dari US$3.800 di 2017, menurut data Bank Dunia.

Pemerintah sendiri telah menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,4% tahun ini sementara IMF baru saja menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi RI menjadi 5,1%.

"Indonesia adalah salah satu dari banyak negara pengadopsi pertama yang berarti mereka memutuskan untuk mengatasi hal ini dan akan membahas pendekatan transformasi untuk meningkatkan kualitas modal manusia," kata Jim.

Ia menilai apa yang telah dilakukan pemerintah Indonesia selama ini telah cukup baik, terbukti salah satunya dari alokasi dana pendidikan sebesar 20% dari anggaran belanja negara.

Ia juga mengungkapkan optimismenya akan kemampuan pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia, terutama setelah secara langsung bertemu Presiden Joko Widodo.


"Saya bisa katakan bahwa kali pertama saya berdiskusi mengenai stunting, isu investasi bagi sumber daya manusia, Jokowi segera meresponsnya," kata Jim.

Jim sempat mengunjugi Lombok, Nusa Tenggara Barat, bersama Jokowi sebelum pertemuan tahunan IMF-WB untuk meninjau progres dari program penanggulangan stunting atau kekerdilan pada bayi dan balita. (hps)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading