ESDM Bantah Defisit Migas Terbesar di Tahun Ini

News - Tito Bosnia, CNBC Indonesia
01 October 2018 18:21
Wakil Menteri ESDM bantah defisit migas RI terbesar di tahun ini, menurutnya 2014 lebih tinggi
Jakarta, CNBC Indonesia- Badan Pusat Statistik (BPS) merilis menyebut defisit migas pada Agustus 2018 yang semakin tinggi. Tercatat impor migas meningkat 51,43% YoY ke angka US$ 3,05 miliar, sedangkan ekspor migas hanya tumbuh 12,24% YoY ke angka US$ 1,38 miliar di periode yang sama. 

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar mengatakan melebarnya defisit migas disebabkan oleh produksi dalam negeri yang turun disertai dengan komponen harga minyak.




"Kebutuhan minyak di dalam negeri tidak mencukupi, itu juga di drive oleh harga minyak, komponen harga dan volume impor. Jadi balance bagus, namun karena produksi turun saja," ungkap Arcandra di Gedung ESDM, Senin (1/10/18).

Selain itu, pihaknya menilai terdapat sedikit perbedaan data yang dikeluarkan oleh BPS, Bank Indonesia (BI) serta Kementerian ESDM terkait nilai ekspor dan impor produk migas.

Untuk Agustus 2018, terdapat beberapa komponen produk yang dimasukkan oleh Kementerian ESDM namun tidak oleh BPS, begitu juga sebaliknya. Menurut datanya total nilai ekspor ekspor US$ 10,19 miliar dan impor US$ 17,24 atau defisit 7,33%.

"Kalau BPS Itu kan memasukkan sekitar 58 produk sedangkan ESDM memasukkan 29 produk. Makanya kami akan rekonsiliasikan data-datanya sehingga punya BI, BPS dan ESDM sama," tambahnya.

Lebih lanjut, hingga periode Agustus bahkan tahun ini, diperkirakan defisit migas tidak akan separah dibandingkan dengan tahun - tahun sebelumnya.

ESDM Bantah Defisit Migas Terbesar di Tahun IniFoto: Tim Riset CNBC Indonesia


Tercatat, defisit migas pada pernah terjadi pada tahun 2014, dimana nilai impor mencapai US$ 40,19 miliar namun nilai ekspor hanya US$ 28,29 miliar atau minus US$ 11,89 miliar. "Jadi apakah tahun ini defisitnya terbesar, tidak ya. Ada yang lebih besar lagi, jadi nanti tunggu saja lagi masih ada 3 bulan lagi sampai akhir tahun ini," ujarnya.

Sebagai tambahan informasi, defisit perdagangan migas bulan lalu setidaknya merupakan yang terparah tahun ini. Apabila dibandingkan capaian bulan Juli 2018, defisit migas di Agustus 2018 sudah meningkat 35,18%.

Secara kumulatif, tercatat dari periode Januari-Juli 2018, defisit migas sudah defisit migas sudah mencapai US$8,35 miliar, atau sekitar Rp124,42 triliun menggunakan kurs rupiah saat ini. Nilai itu melambung sekitar 55% dari capaian di periode yang sama tahun lalu sebesar US$5,40 miliar. 
 
Artikel Selanjutnya

Soal Ekspor Migas Turun dan Impor Naik, Ini Jawaban ESDM


(gus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading