Membedah Visi-Misi Capres 2019

Adu Program Infrastruktur Jokowi-Ma'ruf Vs Prabowo-Sandi

News - Raditya Hanung, CNBC Indonesia
25 September 2018 18:22
Prabowo-Sandi: Ingin Bangun Kilang Minyak Bumi

Prabowo-Sandi: Ingin Bangun Kilang Minyak Bumi

Terkait pembangunan sektor infrastruktur, ada sejumlah program yang dituliskan oleh pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno dalam dokumen visi-misinya yang berjudul “Empat Pilar Mensejahterakan Indonesia Sejahtera Bersama Prabowo Sandi”.

Program-program itu adalah:
  1.        Pembangunan infrastruktur pertanian dan perdesaan yang mendukung berkembangnya sektor produktif
  2.        Mendirikan kilang minyak bumi, pabrik etanol, serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas
  3.        Menyelaraskan pembangunan infrastruktur, fasilitas pendukung, dan kawasan industri nasional dengan sumber-sumber produktif
  4.        Mengembangkan infrastruktur pendukung di daerah terpencil, perbatasan, dan pulau-pulau kecil, serta pulau terluar
  5.        Pembenahan infrastruktur yang membuka kesempatan lapangan kerja dan memperpendek rantai distribusi hasil-hasil pertanian
  6.        Menyelenggarakan pembangunan infrastruktur kesehatan dan pendidikan demi meningkatkan kualitas keluarga manusia
Sebenarnya tidak ada hal baru yang ditawarkan oleh pasangan no. 2 ini.  Meski demikian, ada hal yang lumayan menyentil pemerintahan Jokowi-JK, yakni mendirikan kilang minyak bumi.

Seperti diketahui, sebenarnya dalam PSN Jokowi ada program sejenis, yakni perluasan kilang Tuban dan pembangunan kilang Bontang, Namun, sejauh ini, pembangunannya belum juga rampung.


Padahal, sebenarnya kebutuhan kilang di Indonesia bisa dibilang amat mendesak. Pasalnya, dari total defisit neraca perdagangan sebesar US$1,02 miliar pada bulan Agustus, ternyata defisit perdagangan migas justru lebih besar hingga mencapai US$1,66 miliar. Artinya, buruknya performa perdagangan migas menjadi biang kerok anjloknya defisit neraca perdagangan bulan lalu. Secara kumulatif, dari periode Januari-Agustus 2018, defisit migas sudah mencapai US$8,35 miliar, atau sekitar Rp124,42 triliun menggunakan kurs rupiah saat ini. Nilai itu melambung sekitar 55% dari capaian di periode yang sama tahun lalu sebesar US$5,40 miliar.



Kenaikan harga minyak dan pelemahan nilai tukar rupiah menyebabkan impor migas RI begitu bengkaknya di tahun ini. Alhasil, pembangunan kilang menjadi amat krusial untuk menekan impor migas yang melambung. Sayangnya, pembangunan kilang merupakan salah satu titik lemah pemerintahan Jokowi sejauh ini.

Hal ini nampaknya dilihat sebagai kesempatan oleh pihak Prabowo-Sandi. Melihat Indonesia darurat migas, maka pembangunan kilang minyak bumi dijadikan program utama. Satu hal yang belum belum bisa dilakukan Jokowi. 

Meski demikian, terhambatnya pembangunan kilang minyak di saat proyek infrastruktur lain (seperti jalan tol, trans-papua, dsb) dapat berjalan mulus, menjadi bukti bahwa pembangunan kilang minyak memiliki permasalahan yang lebih rumit dibandingkan proyek lainnya.

Menarik untuk disimak, sejauh mana Prabowo-Sandi dapat mengenali dan memecahkan masalah yang ada. Jika tidak bisa, program pembangunan kilang yang dituliskan Prabowo-Sandi hanya tinggal "janji palsu", sama saja seperti Jokowi.


  (RHG/dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading