Internasional

China & Hong Kong Mulai Berbenah Pasca-Serbuan Topan Mangkhut

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
17 September 2018 13:31
China & Hong Kong Mulai Berbenah Pasca-Serbuan Topan Mangkhut
Shanghai, CNBC Indonesia - Hong Kong, salah satu pusat keuangan Asia, mulai berbenah pada hari Senin (17/9/2018) setelah diterpa salah satu badai topan terkencang dalam beberapa tahun terakhir. Pasar keuangan dan perkantoran mulai beroperasi seperti biasa.

Topan Mangkhut, dengan kekuatan kecepatan angin lebih dari 200 kilometer per jam telah menerpa bagian ujung utara Filipina dan menewaskan setidaknya 50 orang. Badai tersebut kemudian berhembus ke Hong Kong dan Macau, daerah perjudian di sebelahnya, sebelum mendarat di China.

China & Hong Kong Mulai Berbenah Pasca-Serbuan Topan MangkhutFoto: Warga berjalan di trotoar yang rusak setelah Topan Mangkhut melanda Hong Kong, China September. REUTERS/Ken Tung
Beberapa wilayah di Hong Kong dan Macau mengalami banjir parah, meski belum ada laporan korban jiwa. Stasiun penyiaran negara China Central Television (CCTV) mengatakan empat orang tewas di Guangdong yang merupakan provinsi terpadat di China dengan penduduk melebihi 100 juta jiwa.


CCTV juga melaporkan bahwa peringatan banjir telah dikeluarkan untuk 38 sungai di sekitar kawasan Guangxi, sementara 12 stasiun pemantauan pesisir melaporkan gelombak ombak terbesar sepanjang masa. Diberitakan juga bahwa ladang pertanian seluas 13.300 hektar rusak akibat topan ini, dilansir dari Reuters.



Sebanyak 2,45 juta orang di provinsi Guangdong sudah direlokasi pada hari Minggu (16/9/2018) malam, menurut pemberitaan kantor berita Xinhua.

Administrasi Meteorologi China mengatakan topan yang disebut "King of Storms" itu menyapu sebelah barat provinsi Guangxi pada pukul 06:00 pagi waktu setempat, kemudian melemah menjadi "badai tropis". Lembaga itu meramal badai akan menghantam wilayah Guizhou, Chongqing, dan Yunnan pada hari Senin.

Administrasi Meteorologi berkata Mangkhut adalah salah satu dari 10 badai terbesar yang menghantam China Tenggara sejak tahun 1949, ketika pencatatan badai dimulai, dengan kecepatan angina sekitar 162 km/jam.

Di seluruh Hong Kong, pemerintah berupaya membersihkan ruas-ruas jalan dari puing-puing sisa topan, termasuk pepohonan tumbang dan scaffolding bambu. Jendela kaca di beberapa bangunan pencakar langit, termasuk menara perkantoran One Harbourfront, pecah setelah seharian diterpa hembusan angin yang ganas.

"Badai kemarin sangat kuat. Bahkan untuk seseorang dengan berat badan seperti saya, saya hampir tertiup angin yang membuat saya sangat takut," kata seorang warga bernama Fung, 70 tahun.

"Kali ini sangat serius."

Bursa saham dan keuangan dibuka seperti biasa pada hari Senin di Hong Kong dan Shenzhen, kota di sebelah selatan China.

Beberapa layanan transportasi masih dihentikan, meski penerbangan di kawasan itu perlahan-lahan dimulai setelah ditunda pada hari Minggu. Hal itu menyebabkan ribuan penumpang terdampar.

Pemerintah Macau, yang diterpa topan dahsyat tahun lalu, kali ini lebih siap dan memerintahkan kasino ditutup pada hari Sabtu (15/9/2018) malam ketika badai mulai mendekat.



Kasino mulai beroperasi kembali di hari Senin pagi, meski pemerintah masih berjuang untuk memulihkan daya listrik 20.000 rumah tangga yang aliran listriknya terputus akibat topan.

Saham perjudian Macau turun pada pembukaan perdagangan hari Senin.

(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading