Tekstil Impor Kian Membajiri RI, Ini Kata Mendag

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
15 September 2018 08:59
Tekstil Impor Kian Membajiri RI, Ini Kata Mendag
Bandung, CNBC Indonesia - Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengajak industri tekstil dan produk tekstil (TPT) untuk memenuhi kebutuhan pasar dalam negeri, selain terus berupaya untuk ekspor.

"Saya ajak industri TPT untuk mengisi semua kebutuhan domestik. Dengan begitu, ada peluang berinvestasi. Kebutuhan domestiknya begitu besar yang belum semuanya diisi industri dalam negeri. Penuhi itu," ujar Enggar usai menghadiri pertemuan dengan Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jawa Barat di Four Points by Sheraton, Jumat (14/9/2018).

Enggar menganggap industri TPT bukanlah sunset industry seperti yang diperkirakan banyak pihak. Dia memandang industri tekstil berkembang begitu pesat, dilihat dari potensi pasarnya.


Di tengah kondisi perang dagang AS-China yang terjadi, Mendag menyadari betul potensi terjadinya serbuan tekstil impor. Untuk itulah, industri TPT lokal didorong untuk memenuhi kebutuhan domestik.

"Sebab tidak mungkin kita hentikan impor pada saat kebutuhan yang ada tidak terisi, barang dari luar masuk. Tidak mungkin kita hentikan. Satu-satunya cara efektif adalah penuhi pasar kita dalam negeri. Semua orang bilang ini sunset industry, tidak. Saya katakan ini growing industry," jelasnya.

Ketua Umum API Ade Sudradjat mengakui saat ini sekitar 70% dari produksi industri TPT lokal di ekspor ke mancanegara karena permintaan dunia yang naik terus. Hanya 30% yang dijual untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.

Tahun ini, API menargetkan pertumbuhan ekspor mencapai 8% atau sebesar US$ 13,5 miliar.

"Permintaan dunia terus naik, ekspor kita dua tahun terakhir juga naik terus. Tahun 2017 naik 5%, tahun ini targetnya naik 8%, di mana sebelumnya tidak pernah meningkat. Untuk dalam negeri, kita upayakan bisa memenuhi hingga 100%," kata Ade.

Ade menambahkan, kebutuhan sandang masyarakat Indonesia saat ini naik menjadi 6,5 kg per kapita dari sebelumnya hanya 4,5 kg.

"Dikali 260 juta jiwa bisa berapa juta ton? Itu kebutuhan riil kita, saat ini kita baru bisa mengisi 60 juta jiwa, sisanya masih diimpor," pungkasnya.


(roy/roy)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading