Dua Minggu Berlaku, Penggunaan B20 Sudah 80%

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
13 September 2018 19:53
B20 diterapkan dalam 2 pekan terakhir dan berjalan 80% di SPBU-SPBU
Jakarta, CNBC Indonesia- Setelah resmi diluncurkan, realisasi program perluasan penggunaan B20 telah mencapai 80%. Hal itu disampaikan oleh Dirjen Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Djoko Siswanto kepada media saat dijumpai di Kemenko Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (13/9/2018).

"Ya kurang lebih sudah 80%. Perkembangan sampai dua minggu ini pelaksanaan B20 sudah berjalan dengan baik dan kami akan terus pantau setiap minggu terkait pelaksanaannya," ujar Djoko.




Lebih lanjut, Djoko mengakui, memang masih ada kendala dalam pelaksanaannya, misalnya pengangkutan ke depo tertentu di pulau tertentu yang harus menggunakan kapal. Pengadaan kapalnya sendiri tidak bisa dalam 1-2 hari saja, ada yang 14 hari.

Kemudian, lanjut Djoko, pengecekan juga alasan kenapa belum menjual B20, karena memang, misalnya Kaltim Prima Coal (KPC), ada dua badan usaha BBM yang suplai juga menunggu FAME (Fatty Acid Methyl Ester). 

"Kebetulan suplainya dia tidak setiap hari, satu kapal untuk satu bulan. Ada dua kapal, jadi disuplai setiap dua minggu. Jadi, kan tidak bisa per tanggal 1, nah kami minta jadwalnya kapan dia mensuplai berikutnya sehingga badan usaha FAME bisa menyesuaikan kapan mesti mencampur," terang Djoko.

Sebelumnya, Pemerintah resmi meluncurkan B20 pada Jumat (31/8/2018), bahan bakar hasil campuran solar dengan unsur nabati berupa minyak sawit mentah sebanyak 20%.

Kebijakan B20 ini diatur oleh Perpres 66 Tahun 2018 tentang penghimpunan dan penggunaan dana perkebunan kelapa sawit, ditindaklanjuti Kementerian ESDM lewat Permen Nomor 41 Tahun 2018 yang intinya mengatur tentang syarat badan usaha yang menyediakaan dan pemanfaatan BBN untuk biodiesel. 

Dengan begini, mulai 1 September 2018, di pom-pom bensin atau SPBU untuk produk solar akan diganti dengan B20. Baik yang subsidi maupun non subsidi, tergantung kesiapan infrastruktur pom bensin terkait. 

Djoko Siswanto mengatakan, semua lembaga penyalur dan badan usaha harus mengikuti aturan yang dibuat oleh Pemerintah. Yang belum siap akan diberi waktu hingga akhir bulan ini sehingga pada September, implementasi B20 bisa secara penuh."Sanksi denda (yang tidak gunakan B20). Denda Rp 6.000 per liter," ujarnya.
(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading