Naikkan PPh 22, RI Coba Tahan Impor Mobil 'Supercar'

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
06 September 2018 09:59
Naikkan PPh 22, RI Coba Tahan Impor Mobil 'Supercar'
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah telah memutuskan untuk menaikkan pajak penghasilan (PPh) Pasal 22 bagi 1.147 pos tarif barang impor.

Salah satu barang impor yang terkena kenaikan PPh itu adalah impor mobil mewah secara utuh (completely built-up/CBU). PPh yang sebelumnya berkisar dari 2,5%-7.5%, kini akan menjadi 10%.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa pihaknya telah mengantongi kriteria mobil CBU yang ditargetkan.


"Kategori sudah pasti dari segi harga yang sudah tinggi, kita sudah punya kriterianya itu, kan dari PPnBM. [Misalnya] mobilnya 5.000 cc, kategorinya supercar, nah itu sudah pasti kena. Kan nggak ada supercar yang tidak mewah. Jadi memang untuk 3.000 cc ke atas," ujar Airlangga usai konferensi pers di Kementerian Keuangan, Rabu (5/9/2018) malam.


Airlangga menyadari bahwa segmen mobil tersebut dari segi jumlah tidak terlalu besar, namun ini lebih kepada sinyal pemerintah untuk lebih memfokuskan pada mobil produksi dalam negeri.

"Memang kecil, memang kalau dari segi jumlah kan nggak besar. Tapi ini sinyal aja bahwa kita prioritaskan kepada produksi nasional. Kalau ukuran 2.000-3.000 cc kan kita tidak kategorikan mobil mewah. Produksi kita sampai 2 juta unit," jelasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan total nilai impor mobil CBU pada Januari-Agustus 2018 adalah US$ 88 juta.

Kemudian, dengan kenaikan PPh Pasal 22 hingga 10%, Menkeu mengatakan harga mobil CBU bisa saja naik tiga kali lipat.

Adapun tarif pajak lainnya yang memang telah dikenakan ke impor mobil mewah CBU selama ini adalah PPnBm 10%-125%, Bea Masuk (BM) 50%, dan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) 10%.

"Jadi [setelah kenaikan PPh 22 ditambah pajak lainnya] total [pajak] mungkin 190% dari harganya. Itu diharap bisa mengurangi impor karena harganya naik mungkin tiga kali lipat," kata Sri Mulyani. (ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading