Produksi Blok Rokan Turun, Wamen ESDM: Pertamina Masih Untung

News - Gustidha Budiartie, CNBC Indonesia
28 August 2018 15:55
Produksi blok Rokan, meski merosot masih menjanjikan untuk Pertamina
Jakarta, CNBC Indonesia- Bakal beralih ke tangan PT Pertamina (Persero) pada 2021, produksi blok Rokan malah terus merosot sepanjang tahun ini. Apakah blok ini masih menguntungkan buat RI?

Berdasar data Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas (SKK Migas), dari asumsi bisa sumbang 220 ribu barel sehari, di akhir tahun blok ini malah diperkirakan tak sanggup produksi sampai 200 ribu barel sehari. Hanya 179 ribu barel per hari, maksimal.




Blok yang dioperasikan oleh Chevron ini sungguh tak menunjukkan performa optimalnya. Dibandingkan dengan produksi 2016 misalnya bisa sentuh 251 ribu barel sehari. Sementara saat ini, boro-boro bisa sama dengan rekor 2016, menyentuh target APBN yang mematok produksi blok ini bisa sampai 213 ribu barel sehari pun berat.

Alhasil, blok Rokan tak lagi jadi andalan untuk produksi minyak mulai tahun depan. Pemerintah beralih ke blok Cepu yang dioperasikan oleh Exxon yang kini bisa menyalip Chevron.

Data SKK Migas menunjukkan tahun depan blok Cepu bisa sumbang 212 ribu barel dalam sehari, jauh di atas Rokan yang cuma bisa kontribusi 180 ribu barel.

Dengan kondisi begini, apakah blok ini masih berpotensi saat dikelola Pertamina nanti?

Wakil Menteri ESDM Arcandra Tahar pun menjawab, menurutnya dengan rata-rata produksi 200 ribu barel sehari masih bisa datangkan uang puluhan triliun ke Pertamina.

Ia menghitung jika sehari bisa dapat 200 ribu barel produksi, dikali dengan harga minyak asumsi US$ 60 per barel dan dikali 365 hari. "Hitungannya bisa dapat US$ 4,83 miliar atau sekitar Rp 60 triliun, itu sudah enggak usah ngapa-ngapain. Pertamina tinggal produksi minyak saja," kata Arcandra saat berbincang bersama, Selasa (28/8/2018).

Jadi, ia melanjutkan, uang yang dikeluarkan Pertamina sejumlah Rp 18 triliun untuk dapat blok Rokan bisa balik langsung Rp 60 triliun di tahun pertama mereka kelola blok tersebut. "Jadi masih worth it," jelasnya.
Artikel Selanjutnya

Penguasa Blok Minyak Raksasa RI Ditentukan Awal Agustus


(gus/wed)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading