Saat Jokowi Bertemu Suksesor 20 Grup Konglomerasi Raksasa RI

News - Arys Aditya, CNBC Indonesia
27 August 2018 19:46
Saat Jokowi Bertemu Suksesor 20 Grup Konglomerasi Raksasa RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Presiden Joko Widodo nampaknya mulai bersiap untuk 'menata bata' visi kerja untuk periode kedua kepemimpinannya dengan mengundang para putra mahkota dari grup konglomerasi bisnis paling top di Indonesia.

Hari ini, Senin (27/8/2018), Jokowi mengundang 20 pebisnis yang akan menjadi motor penggerak ekonomi setidaknya dalam 5 tahun ke depan, yang diundang berkat kontribusi dan komando Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Rosan P. Roeslani.

Tiga pebisnis yang hadir itu di antaranya bahkan merupakan calon pewaris bisnis dari tiga orang terkaya se-Indonesia.


Pertama, Martin Hartono, anak dari bos Grup Djarum Robert Budi Hartono yang memiliki kekayaan (bersama adiknya Michael Hartono) US$ 20 miliar pada 2018 menurut Forbes. Nilai ini membawa Robert dan Michael menjadi orang terkaya di Tanah Air.

Kedua, Michael Widjaja, cucu orang terkaya nomor dua di Indonesia yang juga pendiri Grup Sinar Mas Eka Tjipta Widjaja dengan kekayaan US$ 13,9 miliar tahun ini. Michael Widjaja merupakan CEO Sinar Mas Land.

Lalu suksesor ketiga adalah anak dari Anthoni Salim dan cucu Soedono Salim, yakni Axton Salim, yang merupakan penguasa Salim Group dengan kekayaan US$ 11,5 miliar.

Selain ketiganya, nama-nama calon pewaris konglomerasi bisnis nasional lain yang hadir juga tidak kalah mentereng.

Ada Anderson Tanoto (anak pendiri Royal Golden Eagle Soekanto Tanoto), Jonathan Tahir (anak Dato Sri Tahir pemilik Mayapada Group), Alvin Sariaatmadja (anak bos Emtek Eddy Kusnadi Sariaatmadja) dan Yaser Raimi Arifin Panigoro yang merupakan anak bos Medco, Arifin Panigoro.

Tidak ketinggalan, nama-nama yang sering muncul di telinga publik seperti Anindya Bakrie, yang kini secara efektif sudah merupakan pengendali dari bisnis ayahnya Aburizal Bakrie, kemudian Arini Saraswaty Subianto, perempuan terkaya di Indonesia yang masih berusia 47 tahun.

Lalu ada konglomerasi Agung Sedayu Group yang diwakili oleh Richard Halim Kusuma, anak dari Sugianto Kusuma alias Aguan.

Selain itu, terselip nama Pandu Patria Sjahrir, anak dari bos Toba Bara Pandu Sjahrir yang juga keponakan dari Menteri Koordinator Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan.

Dalam pertemuan tersebut, Rosan menyatakan Presiden Jokowi banyak menyampaikan tentang perkembangan perekonomian dan kebijakan yang sudah diambil pemerintah dalam menghadapi situasi-situasi terkini, termasuk depresiasi nilai tukar rupiah dan perang dagang global.



"[Pertemuan] itu dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan berkualitas. Ini memang generasi kedua dan ketiga yang mana mereka juga menyampaikan beberapa hal, sifatnya usulan maupun hal-hal yang perlu ditingkatkan dalam rangka perusahaan mereka bisa berkembang," ujar Rosan.

"Alhamdulillah, kami juga diberikan makan siang yang enak, jadi ngomongnya juga sangat cair, sangat terbuka, dan seperti biasa Pak Presiden bilang sampaikan apa adanya, dan kita sampaikan berlangsung 2 jam di luar perkiraan kami yang hanya 1 jam."

Kata berkelanjutan memiliki makna penting dalam pertemuan yang berlangsung dalam dua jam yang diselingi makan siang dengan menu masakan ala Nusantara tersebut.

Pasalnya, Meski tidak secara eksplisit menyebut tujuan utama undangan tersebut, Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi Ekonomi Ahmad Erani Yustika memberikan 'bocoran' mengenai agenda acara tersebut. Erani bersama Menteri Sekretaris Negara Pratikno mendampingi Presiden dalam pertemuan tersebut.

Ia menyebut, dimensi masa depan sangat kental dalam pertemuan yang berlangsung di aula Istana Merdeka-yang biasanya digunakan untuk menjamu tamu negara itu.

"Presiden lebih banyak mendegar aspirasi dari suara pengusaha, suara Kadin," papar Erani.

Seperti yang telah diketahui publik, Joko Widodo akan kembali bertarung untuk kursi presiden kali kedua pada 2019, berpasangan dengan Ma'ruf Amin, lagi-lagi melawan Prabowo Subianto yang kini menggandeng pebisnis tulen yang kebetulan masih muda, Sandiaga Uno.

"Yang datang itu generasi kedua dan ketiga. Sekarang diperkirakan, mungkin lima tahun ke depan akan memegang keputusan tertinggi di masing-masing perusahaannya," ungkap Erani.

Apakah Jokowi sudah begitu yakin akan menang?
(ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading