Masih Buang Limbah di Citarum? Siap-siap Tahun Depan Dihukum

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
22 August 2018 07:47
Baru ada sekitar 20% dari 3.400 perusahaan yang memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sisanya masih membuang di Citarum.
Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah akan mulai melakukan penindakan terhadap industri-industri yang ketahuan bandel tetap membuang limbah di Sungai Citarum. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut B Pandjaitan mengungkapkan baru ada sekitar 20% dari 3.400 perusahaan yang memiliki instalasi pengolahan air limbah (IPAL), sisanya masih membuang di Citarum.

"Sekarang kami masih kaji, apakah industri-industri di sekitar Citarum itu akan direlokasi atau tidak, karena masih banyak juga yang buang limbah ke Citarum. Dari 3.400 itu baru 20% yang punya IPAL. Sisanya masih buang limbah di Citarum. Ini akan kami tindak secara bertahap, tapi tahun depan akan mulai diberlakukan enforcement," ujar Luhut kepada media saat dijumpai di kantornya, Selasa (21/8/2018).

Lebih lanjut, ia mengatakan pihaknya akan terus melakukan koordinasi untuk membersihkan Sungai Citarum, Bandung, Jawa Barat. Ia mengklaim, sampai saat ini kemajuannya sudah keliatan cukup banyak.



Sebelumnya, Luhut pernah berjanji akan menindak tegas industri besar yang mencemari daerah aliran sungai Citarum. Bahkan, dia berani mempertaruhkan jabatannya untuk itu.

"Saya jamin kepada Anda, tidak ada urusan dia kaya, kami akan tetap tindak. Saya janji, saya pertaruhkan jabatan saya untuk itu," tutur Luhut di Auditorium BPPT, Jumat (6/4/2018).

Luhut menegaskan pengelolaan limbah industri harus benar-benar sesuai aturan, utamanya dalam bagaimana penggunaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) oleh perusahaan, sebab menurut data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) baru 10% dari 1900 industri yang memiliki IPAL memadai di aliran Sungai Citarum.

Pemerintah, tegas Luhut, memandang permasalahan lingkungan di Sungai Citarum sebagai masalah luar biasa. Dia mencontohkan, pengerahan personil militer belum pernah dilakukan sebanyak ini untuk menyelesaikan persoalan lingkungan.

Luhut juga memperjelas, dampak atas pencemaran lingkungan sangat besar ke depan. Misal untuk 27,5 juta masyakat yang tinggal di bantaran Kali Ciliwung dan berpotensi terkena stunting. Selain itu, air dari Sungai Citarum adalah sumber air minum utama masyarakat Jakarta.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading