Proyek Kilang Selesai 2025, Bensin RI Bisa Melesat ke Euro V

News - Anastasia Arvirianty, CNBC Indonesia
09 August 2018 19:25
Proyek Kilang Selesai 2025, Bensin RI Bisa Melesat ke Euro V
Jakarta, CNBC Indonesia- Polusi udara di Jakarta yang buruk akibat konsumsi bensin dengan kadar sulfur tinggi, coba diatasi pemerintah dengan mengejar pembangunan dan perluasan proyek kilang. Dengan begitu, di 2025 diperkirakan bensin yang beredar di RI bisa pakai standar Euro V.

Direktur Teknik dan Lingkungan Minyak dan Gas Bumi (Migas) Kementerian ESDM Soerjaningsih mengatakan, pembangunan kilang Tuban yang merupakan proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru akan selesai pada 2024 mendatang.




"Pemerintah sudah tugaskan kepada Pertamina, untuk pembangunan empat proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) atau proyek pengembangan di kilang Cilacap, Balikpapan, Balongan, dan Dumai serta dua proyek Grass Root Refinery (GRR) atau pembangunan kilang baru di Tuban dan Bontang. Secara keseluruhan akan siap di 2025, tetapi untuk Tuban akan selesai pembangunan di 2024," jelas Soerjaningsih kepada media saat dijumpai dalam diskusi Forum Merdeka Barat 9, di Jakarta, Kamis (9/8/2018).

Selain itu, lanjut Soerjaningsih, nantinya, di 2025, seluruh kilang tersebut tidak lagi menghasilkan Euro IV tetapi sudah memproduksi Euro V.

Adapun, sebelumnya, Presiden Joko Widodo sempat memanggil Plt Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati ke istana, siang ini. Jokowi dikabarkan memanggil bos Pertamina itu untuk menanyakan progres proyek kilang.

Ditemui usai berjumpa dengan Jokowi, Nicke mengatakan bahwa di pertemuan membahas soal proyek kilang Pertamina yakni Kilang Balikpapan dan Kilang Tuban. "Kilang di Balikpapan dan yang di Tuban, minta dijalankan sesuai rencana," kata Nicke, Kamis (2/8/2018).

Nicke pernah mengatakan, pembangunan kilang Tuban kini tengah menyelesaikan permasalahan lahan, sebab hal itu masih menjadi faktor penghambat pembangunan. Ia menuturkan, lahan yang seharusnya digunakan untuk membangun kilang, masih tumpang tindih dengan lahan milik Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) serta warga.

"Kami mencari opsi lain dengan lahan miliki BUMN lain PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Sudah disurvei dan initial investigation, pelabuhan sudah disurvei dan cocok bangun kilang di situ," kata Nicke, Juli lalu.

(gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading