Pengusaha: Industri Ritel Semester I-2018 Tumbuh 7-7,5%

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
22 June 2018 16:42
Pengusaha: Industri Ritel Semester I-2018 Tumbuh 7-7,5%
Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) mengklaim pertumbuhan industri ritel pada semester I 2018 sebesar 7-7,5%. Angka ini lebih besar dibandingkan pertumbuhan tahun lalu yang hanya sebesar 5%.

"Enam bulan ini kita di posisi sekitar 7-7,5%. Tahun ini kita prediksi 10% sampai akhir tahun. Itu cukup relevan," ujar Ketua Umum Aprindo, Roy Mande di sela Halal Bihalal Kementerian Perdagangan, Jumat (22/6/2018).

Roy menjelaskan, selama dua tahun terakhir industri ritel di tanah air under perform karena berbagai hal, mulai dari melemahnya konsumsi serta melemahnya harga komoditas seperti CPO dan batu bara.


"Selama dua tahun terakhir kita under perform, tahunan kita tidak melebihi single digit 7-9%. Sekarang kita bisa tutup 10%. Semester satu tahun lalu hanya 5%. Semester satu sekarang sudah 7%," katanya.


Roy optimis pertumbuhan industri ritel tahun ini bisa mencapai 10% karena ada tiga event besar yang akan menggenjot konsumsi ritel, yakni Pilkada di akhir bulan ini, Asian Games di bulan Agustus, serta IMF-World Bank Meeting di bulan Oktober.

"Jadi ritel itu memang industri yang strategis di hilir karena 56% dari pertumbuhan ekonomi yang diharapkan pemerintah itu asalnya dari konsumsi rumah tangga. Ekspor masih rendah, investasi cukup baik, tapi 56% tetap dari konsumsi," jelasnya.

Fluktuasi nilai tukar rupiah menurutnya tidak begitu berdampak signifikan karena pihaknya sudah mempersiapkan stok 2-3 bulan di muka, yang disebarkan di toko-toko dari Aceh hingga Jayapura.

"Kalau penguatan dolar AS ini berlangsung lama, kemungkinan akan berpengaruh ke kuartal berikutnya. Namun demikian, kenaikan harga merupakan opsi terakhir yang akan kami lakukan karena bagaimanapun kita berupaya menjaga kestabilan harga," tutupnya. (ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading