Liputan Khusus

3 Hal Penting yang Harus Diperhatikan Sebelum Ajukan KPR

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
08 June 2018 10:10
Memilih Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) membutuhkan strategi khusus.
Jakarta, CNBC Indonesia - Memilih Kredit Kepemilikan Rumah (KPR) membutuhkan strategi khusus. Anda tidak bisa sembarangan memilih, jika tidak ingin investasi atau uang yang Anda gelontorkan berakhir sia-sia.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum Anda mengajukan KPR. CNBC Indonesia merangkum berbagai tips dari perencanaan keuangan, hal-hal yang harus Anda perhatikan sebelum mengajukan KPR.

1. Kemampuan Membayar


Jangan pernah mengambil KPR apabila Anda tidak mampu membayar. Minimal, Anda harus mengalokasikan dana 30% dari penghasilan Anda untuk harga rumah plus asuransi dan biaya-biaya lainnya.

Pahami kondisi finansial Anda sendiri sebelum megajukan KPR. Ketika Anda sudah mengajukan, maka tentunya Anda sudah memahami bahwa ada komitmen yang harus dilunasi.

Belum lagi, nanti ada pembayaran pajak bumi bangunan, listrik, dan kebutuhan lain. Pastikan manajemen keuangan Anda sudah cukup baik dalam jangka panjang selama KPR berlangsung.

"Harus punya DP 30% dari harga plus asuransi dan biaya," kata Perencana Keuangan Prita Hapsari Gozie, yang dikutip Jumat (8/6/2018).


2. Bandingkan Tingkat dan Jenis Bunga

Bunga menjadi salah satu indikator yang paling menentukan dalam penghitungan cicilan. Ada dua jenis suku bunga yaitu tetap dan mengambang (floating).

Dengan suku bunga tetap, maka angsuran akan tetap dan cicilan relatif rendah namun bunga tidak akan berlangsung selamanya. Sementara bunga floating, jauh lebih terfluktuasi karena mengikuti bunga pasar.

"Carilah bunga yang murah, karena bunga terkadang membebani kita," kata Perencana Keuangan Eko Endarto

3. Masa Pinjaman KPR

Semakin lama Anda mencicil, maka semakin besar pula biaya yang harus Anda keluarkan karena harus menanggung bunga. Namun, kas keuangan Anda tidak akan terasa berat jika menggunakan masa pinjaman yang lebih lama.

"Buatlah cicilan itu seperti tidak terasa setiap bulannya. Kalau Anda mencicil dengan jangka pendek, penghasilan Anda pas-pasan, itu hanya akan memberatkan Anda," kata Perencana Keuangan Aidil Akbar

Lain halnya, jika masyarakat yang membeli rumah untuk investasi. Bagi yang ingin berinvestasi, maka tidak perlu mencicil dalam kurun waktu lama lantaran hanya akan memberatkan.

"Sebenarnya dilihat dulu untuk apa. Kalau rumah pertama, panjang tidak apa-apa. Kalau untuk investasi, itu tidak usah lama-lama."
(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading