Rata-rata Bunga Kredit Single Digit, Kenapa KPR Masih Mahal?

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
16 October 2020 11:26
Suasana Perumahan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Properti (FLPP) di Cibarengkok  Pengasinan, Kec. Gn. Sindur, Bogor, Jawa Barat, Senin (17/2/2020). PT Bank Tabungan Negara (BTN) (Persero) Tbk pada tahun 2020 meningkatkan layanan transaksi digital untuk menggaet calon debitur Kredit Pemilikan Rumah (KPR). (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Memiliki rumah merupakan impian mayoritas masyarakat Indonesia lantaran tergolong ke dalam kebutuhan pokok. Namun untuk memiliki satu petak rumah di Indonesia terutama di kota-kota besar sangatlah susah terutama bagi kaum milenial yang baru saja meniti karir.

Selain karena masalah harga yang terus melambung tinggi - terutama di daerah urban perkotaan -, suku bunga KPR juga menjadi biang kerok masyarakat sulit memiliki rumah. Maklum saja, mayoritas masyarakat Indonesia masih mengandalkan KPR untuk memiliki rumah.

Pada kuartal II-2020, 78,41% konsumen menggunakan fasilitas KPR untuk membeli hunian. Hanya 16,22% yang membeli dengan cara tunai bertahap (cash lunak) dan 5,37% yang benar-benar tunai (cash keras).

Di tahun 2017-2018, rata-rata suku bunga kredit KPR perbankan RI berada di atas 10% dan menjadi yang tertinggi di kawasan Asia. Bayangkan saja, saat itu Vietnam dan Filipina saja suku bunga KPR-nya hanya 9,18% dan 7,63%. Sementara itu suku bunga KPR di Malaysia hanya 4,44%.

Dalam Tinjauan Kebijakan Moneter Bank Indonesia (BI) Edisi Oktober, seperti dikutip CNBC indonesia, Jumat (16/10/2020), bank sentral sejatinya sudah meakukan kebijakan penurunan suku bunga kebijakan.



Penurunan suku bunga tersebut, diharapkan dapat diikuti dengan suku bunga kredit perbankan. Catatan BI, kebijakan yang ditempuh bank sentral sudah membuahkan hasil meskipun belum terlalu signifikan.

Sejak BI melakukan pelonggaran suku bunga, suku bunga deposito dan kredit pada September 2020 menjadii 5,18% dan 9,88%. Angka tersebut lebih rendah dari periode Agustus di mana suku bunga deposito dan kredit berada di 5,49% dan 9,92%.

Meskipun sudah turun, tetap saja suku bunga kredit KPR di level tersebut masih dinilai tinggi oleh masyarakat Indonesia. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 seperti sekarang ini ketika daya beli tergerus. Hal ini dilaporkan BI dalam survei properti residensialnya.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading