SPBU Swasta Naik Harga, Bensin Pertamina Jadi Paling Murah

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
28 May 2018 11:53
SPBU Swasta Naik Harga, Bensin Pertamina Jadi Paling Murah
Jakarta, CNBC Indonesia- Pemerintah memberi izin SPBU asing seperti Total dan Shell untuk menaikkan harga bensin mereka di Juni mendatang. Sementara, harga bensin yang dijual Pertamina masih ditahan untuk naik.

Persetujuan yang diberikan oleh pemerintah kepada pom bensin asing tak perlu waktu lama. Total misalnya, baru mengajukan izin sepekan lalu namun sudah diberi jawaban pekan ini. Padahal, menurut aturan setidaknya izin dikabulkan dalam dua pekan sejak diajukan.




Soal ini, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Djoko Siswanto memiliki alasannya. "Kalau tunggu-tunggu kan kasihan, ribut kan, sementara dia barang kali rugi tapi kita gak tau. Yaudah silahkan, nanti kami evaluasi," tutur Djoko, akhir pekan lalu.

Lagipula, lanjut Djoko, badan usaha diperbolehkan mengubah harga tanpa ada persetujuan dari pihaknya terlebih dahulu. Namun dengan catatan, harga yang ditetapkan sesuai aturan berlaku yakni maksimal margin 10%.

"Dia lapor, kami evaluasi. Kalau lebih dari 10% ya kami minta supaya turunkan lagi," kata Djoko.

Aturan pelaporan perubahan harga BBM jenis umum tertuang dalam Peraturan Menteri ESDM Nomor 21 Tahun 2018, yang merupakan perubahan keempat atas Permen ESDM Nomor 39 Tahun 2014, di mana penentuan harga BBM nonsubsidi harus mendapat persetujuan Kementerian ESDM. Selain mewajibkan pelaporan, pemerintah menghapus penerapan batas bawah margin penjualan harga BBM umum.

Berdasar data yang diterima CNBC Indonesia, Total rata-rata mengajukan kenaikan harga untuk bensinnya sebesar Rp 200-300 per liter.

Berikut rinciannya

Performance 90 Rp 8.400 jadi Rp 8.500 (Jakarta, Bekasi, Tangerang) dan Rp 8.600 di Bandung
Performance 92 Rp 9.300 jadi Rp 9.500-Rp 9.600 (Jabodetabek)
Performance 95 Rp 10.300 jadi Rp Rp 10.600 - Rp 10.650 (Jabodetabek)
Performance Diesel Rp 10.400 per liter jadi Rp 10.750 - Rp 10.800 (Jabodetabek).

Dalam surat pengajuan Total, yang ditandatangni Managing Director Total Frank Giraud, Total meminta Kementerian ESDM dapat memproses pengajuan tersebut dapat diterima dan disetuju dalam waktu singkat. Pengajuan sendiri dilakukan pada 21 Mei 2018 lalu

Untuk Shell, perusahaan ini sudah lebih dulu mengajukan. Selain Shell dan Total, SPBU lain yang mengajukan izin adalah AKR.

Head of Investor Relation AKR Ricardo Silaen membenarkan soal pengajuan izin untuk menaikkan harga ini. "Kami masukkan untuk RON 92 saja," katanya. Ricardo belum mau mengungkap berapa harga yang diajukan untuk naik, namun memastikan kenaikan tetap mengikuti aturan yakni masih di batas margin 10%.

Dengan naiknya harga bensin pom bensin swasta ini, otomatis tinggal Pertamina yang belum menaikkan harga bensinnya. Seperti diketahui, Pertamina sebagai penyedia dan distributor bensin terbesar terikat kebijakan pemerintah.



Kebijakan pertama adalah Pertamina tidak boleh menaikkan harga bensin subsidi, yakni solar. Sementara premium yang sebenarnya tak masuk kategori subsidi, juga dilarang naik oleh Presiden Joko Widodo hingga 2019.

Bahkan, Pertamina terikat kewajiban untuk menyediakan premium lagi di Jawa, Madura, dan Bali melalui revisi perpres nomor 191 tahun 2014.

Adapun harga bensin Pertamina saat ini adalah; premium Rp 6500, pertalite Rp 7800, pertamax 92 Rp 8900 per liter.

Ditanya soal adakah keinginan untuk mengajukan harga bensin pertaseries, Plt. Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan saat ini pihaknya tengah mengkaji hal tersebut. "Fokus kami persiapan revisi Perpres. Dalam waktu yang bersamaan akan kami usulkan, tapi kami belum ajukan," tutur dia di kantor BPH Migas.



Nicke memastikan, walau pihaknya akan mengusulkan kenaikan harga, perseroan akan tetap mengedepankan tugas untuk melayani masyarakat. Sementara itu, Sekretaris Perusahaan Pertamina Syahrial Mukhtar mengaku telah melakukan komunikasi dengan pemerintah terkait penyesuaian harga BBM."Kami sedang konsultasi mengenai harga dengan pemerintah, nanti kami sampaikan hasil konsultasi seperti apa," kata Syahrial. (gus/gus)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading