Dua Perusahaan Asing Protes Bea Anti-Dumping Tinplate oleh RI

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
04 May 2018 18:19
Dua Perusahaan Asing Protes Bea Anti-Dumping Tinplate oleh RI
Jakarta, CNBC Indonesia - Shin Hwa Silup Co. Ltd asal Korea Selatan dan Ton Yi Industrial Corp. asal Taiwan meminta adanya rapat dengar pendapat dengan Indonesia perihal pengenaan bea masuk anti-dumping (BMAD) produk baja lapis timah atau tinplate.

Ketua Komite Anti-Dumping Indonesia (KADI) Ernawati mengatakan kedua perusahaan itu meminta adanya kesempatan melakukan pencocokan data dan perhitungan atas temuan dumping oleh RI.

Permintaan Shin Hwa Silup dan Ton Yi itu sejalan dengan penyelidikan sunset review yang tengah dilakukan KADI.


Adapun penyelidikan sunset review dilakukan menyusul akan habisnya ketentuan BMAD untuk produk tinplate pada 15 Januari 2019 sebesar 4,4% - 7,9% untuk produk tinplate asal Taiwan, China dan Korea Selatan.

Hasil penyelidikan sunset review itu akan menentukan apakah pengenaan BMAD akan diubah, dihentikan atau berlanjut.


"Kami memahami kalau pengenaan BMAD ini diperpanjang akan berpengaruh ke industri hilir. Sejauh ini baru industri kaleng selaku pengguna tinplate yang menyampaikan keberatan, industri makanan dan minuman belum. Ini tentu akan menjadi pertimbangan bagi pemerintah untuk memperpanjang pengenaan BMAD atau tidak," jelas Ernawati di kantornya, Jumat (4/5/2018).

Dia mengatakan pihaknya masih terus berkomunikasi dan mengumpulkan data sanggahan dari pemangku kepentingan antara lain eksportir, importir serta pelaku industri kemasan kaleng.
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading