Sasar Segmen Ritel, Bank Mandiri Siapkan Rp 1 T Kembangkan IT

News - Herdaru Purnomo, CNBC Indonesia
25 April 2018 13:12
Sasar Segmen Ritel, Bank Mandiri Siapkan Rp 1 T Kembangkan IT
Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) merogoh kocek dalam-dalam demi mengembangkan teknologi. Bank dengan nilai aset terbesar di Indonesia ini akan menyulap sebagian besar layanan transaksi tradisional menjadi digital.

Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo menjelaskan fokus perseroan tahun ini akan merambah segmen wholesale banking alias korporasi, yang selama ini menjadi tumpuan bisnis perusahaan, dan ritel. Demi menyasar segmen ritel, bank pelat merah itu memerlukan investasi di bidang informasi dan teknologi (IT) untuk mengembangkan layanan modern yang mumpuni bagi para milenial.


"Kita akan habis-habisan masuk di segmen ritel. Services di digital akan ditingkatkan," ungkapnya saat berkunjung ke Transmedia, Rabu (25/4/2018).


Dijelaskan Kartika, layanan transaksi digital Bank Mandiri melalui channel elektronik meningkat pesat beberapa waktu belakangan. Kantor cabang sudah ditinggalkan oleh nasabah.

"Electronic transaction kita sudah meningkat pesat. Rata-rata sudah ada 15-18 jutaan transaksi per hari. Di cabang hanya tinggal 3% dari total seluruh transaksi perbankan," ungkapnya. "Maka, diperlukan pelayanan yang lebih baik kepada para nasabah."

Investasi di sektor teknologi, menurut Kartika memang menjadi penting karena harus fokus ke keamanan dan stabilitas. Isu dari layanan transaksi elektronik adalah ancaman keamanan.

"In the next five years, akan ada 25 juta transaksi per harinya. Bahkan untuk IT kita sudah berpikir apakah nanti moving ke blockchain juga karena memang isu dari elektronik banking ini adalah keamanan," terangnya.

"Untuk itu kita tengah juga membentuk Tim Cyber Security dan mengembangkan server lebih besar. Termasuk penggunaan cloud yang lagi dikaji," imbuh mantan Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) ini.

Direktur Keuangan Bank Mandiri Panji Irawan mengatakan perseoran telah menyiapkan dana hingga Rp 1 triliun demi pengembangan IT. Dananya merupakan bagian dari capital expenditure (capex/ belanja modal) yang masuk di tahun 2018.

"Kita siapkan untuk mengembangkan IT hingga Rp 1 triliun tahun ini," tutur Panji.



(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading