Dolar AS Nyaris Rp 14.000, Menperin: Impor Mahal, Utang Naik

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
24 April 2018 - 16:09
Dolar AS Nyaris Rp 14.000, Menperin: Impor Mahal, Utang Naik
Jakarta, CNBC Indonesia - Rupiah terus melemah terhadap dolar AS hingga mendekati Rp 14.000/US$.

Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto ikut angkat bicara terkait pelemahan rupiah ini.

Dia mengatakan stabilitas rupiah sangat penting bagi industri, sehingga kurs mata uang yang tidak stabil tentu tidak dikehendaki oleh para pengusaha.



Airlangga menambahkan pelemahan rupiah akan berdampak ke roda produksi hingga ekspor dan impor produk industri, baik komoditas maupun manufaktur.

Seperti diketahui, industri di dalam negeri juga membutuhkan bahan baku yang didatangkan dari luar negeri.

"Impor sudah pasti akan menjadi lebih mahal, sementara kalau ekspor justru bisa mendapatkan tambahan. Utang ya tentu akan bertambah," jelas Airlangga saat menghadiri Munas X Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Grand Sahid Jaya, Selasa (24/4/2018).


Dia meminta agar Bank Indonesia dapat menjaga stabilitas rupiah.

"Ini menjadi tugas utama Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas mata uang kita," ujar Menperin. (ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading