Internasional

Mogok Pegawai Kereta Prancis Sebabkan Kerugian Rp 1,6 T

News - Ester Christine Natalia, CNBC Indonesia
09 April 2018 18:26
Kerugian akibat mogok kerja perusahaan operator kereta Prancis SNCF diperkirakan 20 juta euro per hari.
Paris, CNBC Indonesia - Kepala operator kereta Prancis SNCF mengatakan pada hari Senin (9/4/2018), mogok kerja yang dimulai pekan lalu telah menyebabkan perusahaan merugi 100 juta euro atau senilai Rp 1,6 triliun karena para karyawan masih terus berhenti bekerja.

Senin menjadi hari keempat mogok kerja tersebut. Para serikat bersumpah akan terus melanjutkan mogok kerja setidaknya sampai tanggal 28 Juni, kecuali pemerintah menghentikan rencana reformasi pada operator yang terlilit utang tersebut.

CEO SNCF Guillaume Pepy berkata kepada televisi BFM aksi tersebut sejauh ini telah menyebabkan kerugian sekitar 20 juta euro per hari mogok kerja, meskipun gangguan juga terkadang muncul di hari kerja biasa.


Para pekerja memulai mogok selama dua dari lima hari kerja pekan lalu sebagai bentuk protes terhadap rencana pemerintah untuk memeriksa operator tersebut.

Hanya satu dari lima kereta TGV berkecepatan tinggi beroperasi pada hari Senin, dan hanya satu dari enam kereta yang beroperasi di rute utama lainnya. Sementara itu, sepertiga kereta kawasan telah dibatalkan.

Melansir dari AFP, sekitar 20% dari kereta Eurostar di dalam dan luar London juga telah dibatalkan.

Pepy menyebutkan "partisipasi yang cukup besar" dalam mogok kerja terlihat di hari Senin, "meskipun ada lebih banyak kereta daripada sebelumnya" yang merujuk pada penghentian kerja pekan lalu.

"Dari apa yang bisa saya lihat, Prancis belum dilumpuhkan," kata Pepy. "Namun, para klien sangat terdampak."

Di bawah rencana reformasi tersebut, karyawan baru akan ditolak dari jaminan pekerjaan seumur hidup dan pensiun dini yang dinikmati oleh karyawan saat ini. SNCF juga akan diubah menjadi perusahaan swasta yang sahamnya dimiliki oleh negara.

Pemerintah menekankan pihaknya tidak akan menyerah, sementara serikat mengklaim memiliki dukungan publik yang luas dengan lebih dari 510 ribu euro yang dijanjikan sebagai pendanaan untuk mengompensasi upah para pekerja yang mogok.


Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang belum berbicara tentang polemik ini secara publik, berencana untuk memberi waktu wawancara di televisi selama satu jam pada hari Kamis (12/4/2018).

Macron juga akan membahas mogok kerja tersebut selama wawancara selama dua jam bersama televisi BFM dan situs berita investigatif Mediapart.

Parlemen juga dijadwalkan untuk mulai memperdebatkan pemeriksaan pemerintah pada hari Senin, meskipun Macron telah mengatakan ia akan menerapkan perubahan dengan surat keputusan. Hal itu dilakukan demi bergerak cepat menjelang pembukaan trafik penumpang Prancis dalam kompetisi yang dimulai di tahun 2020.

Mogok kerja pada hari Senin dijadwalkan akan berakhir pada pukul 8:00 malam waktu setempat (atau 18:00 WIB) sebelum kembali melakukan mogok kerja selama dua hari di hari Jumat (13/4/2018).
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading