Internasional

Karyawan Mogok Kerja, Air France Rugi Rp 413 Miliar/Hari

News - Lynda Hasibuan, CNBC Indonesia
08 April 2018 18:23
Sekitar 34% pilot, 26% awak kabin, dan 19% staf darat Air France ikut mogok kerja.
Jakarta, CNBC Indonesia - Maskapai nasional terbesar di Perancis Air France dilaporkan telah membatalkan beberapa penerbangan, Sabtu (7/04/2018). Itu lantaran seluruh karyawannya meliputi pilot, awak kabin, dan staf mogok kerja menuntut kenaikan gaji.

Akibat pemogokan tersebut, sejumlah penerbangan internasional dan domestik mengalami gangguan. Penerbangan jarak jauh dibatalkan dan sepertiga dari penerbangan jarak menengah ke dan dari bandara Paris Charles de Gaulle pun belum lepas landas, dilansir dari AFP.


Sekitar 30% penerbangan jarak pendek telah dibatalkan ke dan dari bandara Orly di Paris dan beberapa wilayah Prancis lainnya. Serikat pekerja mengatakan pekerja berhak mendapatkan keuntungan setelah upaya penghematan besar-besaran yang dilakukan maskapai itu berhasil membawa perusahaan kembali untung. Gaji mereka tidak mengalami kenaikan sejak 2011.


Ini merupakan pemogokan kelima sejak Februari lalu dan para buruh menginginkan kenaikan gaji sebesar 6%. Meski begitu, manajemen Air France hanya menawarkan kenaikan sekitar 1%.

Manajemen memperkirakan 34% pilot, 26% awak kabin, dan 19% staf darat ikut mogok kerja. Serikat pekerja telah memperingatkan akan ada lebih banyak pemogokan di kemudian hari, dengan enam hari lagi pemogokan yang direncanakan termasuk pada hari Selasa dan Rabu minggu depan.

Maskapai itu mengatakan pemogokan telah membawa sejumlah kerugian bagi Air France sebanyak 25 juta euro atau sekitar Rp 413 miliar setiap hari di saat uang tersebut sebenarnya bisa diinvestasikan untuk membeli pesawat dan menciptakan lapangan kerja baru.

Aksi mogok Air France ini juga bertepatan dengan pemogokan oleh pekerja operator kereta api nasional SNCF, serta protes oleh mahasiswa, pegawai negeri, pekerja energi, dan pengumpul sampah.

Meskipun berbagai protes memiliki tujuan yang berbeda, mereka telah menciptakan suasana umum akan ketidakpuasan sosial ketika Presiden Emmanuel Macron mengejar kepentingannya yang ambisius.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading