Bersihkan Sungai Terkotor di Tanah Air, RI Tiru Cara China

News - Rivi Satrianegara, CNBC Indonesia
06 April 2018 14:39
Bersihkan Sungai Terkotor di Tanah Air, RI Tiru Cara China
Jakarta, CNBC IndonesiaSungai Citarum dinilai sebagai sungai terkotor di Indonesia. Di saat bersamaan, sungai ini juga sumber air bagi 80% warga Jakarta dan juga mengairi sawah penghasil beras. 

Profesor Wang Hao, Ketua China Sustainable Development Research Association, mengatakan kondisi tercemarnya Citarum tidak jauh berbeda dengan beberapa sungai di China.  

Dia mengatakan teknik yang digunakan oleh China dalam menangani sungai tercemar itu adalah menghadirkan sistem Kepala Sungai. 


"Selama tiga tahun ini kami menghadirkan sistem Kepala Sungai yang mewakili administrasi di semua wilayah. Misal, ada 12 kabupaten di aliran, dua yang paling hulu akan menjadi Kepala Sungai," tutur Wang dalam kegiatan A Call for Comprehensive Water Strategy in the Citarum Wateshed di Auditorium BPPT, Jumat (6/4/2018). 

Wang mengatakan setelah di hulu ada masalah utama lain yaitu limbah pada dari masyarakat.
Sebagai informasi, Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya sempat mengatakan limbah padat masyarakat adalah salah satu masalah utama di Sungai Citarum. 

Menurut Wang, pengolahan limbah padat memang tidak mudah untuk dilakukan. China telah menerapkan pengelolaan limbah padat dengan cara memasukkan ke dalam lubang tanah hingga saat ini menuju cara pembakaran. 

"Penanganannya memang tergolong sangat rumit, proyek seperi ini di Jepang menghabiskan waktu 27 tahun, di Jerman 40 tahun," kata dia. 



Dalam kesempatan sama, Deputi Bidang Koordinasi SDM, Iptek, dan Budaya Maritim Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman Safri Burhanuddin menyebut kehadiran Kepala Sungai saat ini sudah diterapkan dengan hadirnya Satgas Citarum yang beranggotakan Kodam Siliwangi, Polda Jabar, Pemprov Jabar, serta pegiat lingkungan.  

Dari panjang total 260 kilometer aliran sungai, Satgas dibagi menjadi 17 tim yang menangani sektor masing-masing.  

Selain itu, Presiden Joko Widodo juga membentuk Tim Daerah Aliran Sungai (DAS) Citarum yang beranggotakan pengarah dan Satgas. Menko Maritim Luhut B. Pandjaitan ditunjuk langsung oleh Presiden untuk menjadi Ketua Tim Pengarah. 

"Pak Luhut akan dibantu oleh tiga Wakil Ketua yakni Menkopolhukam Wiranto, Menko Perekonomian Darmin Nasution, dan Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Puan Maharani," sebut Safri. 

Tim tersebut bertugas melakukan percepatan pengendalian pencemaran dan kerusakan di kawasan sungai tersebut seperti pengintegrasian program pemerintah dari berbagai kementerian dan lembaga.
(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading