Internasional

Politisi Partai Republik Sesalkan Kebocoran Data Facebook

News - Rehia Sebayang, CNBC Indonesia
19 March 2018 11:57
Kebocoran data tersebut menimbulkan pertanyaan mengenai keamanan data pribadi pengguna yang dibagi di Facebook.
Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa anggota parlemen Partai Republik Amerika Serikat (AS) menyatakan keprihatinannya atas pelanggaran privasi pengguna Facebook sebagaimana dilaporkan beberapa media pekan lalu.

Surat kabar AS The New York Times dan koran Inggris Observer melaporkan bahwa sebuah perusahaan konsultan politik yang bekerja untuk kampanye Presiden Donald Trump, yang pencalonannya didukung Partai Republik, telah mengakses 50 juta data pengguna Facebook tanpa izin.

Senator Partai Republik, Marco Rubio, mengatakan beberapa perusahaan internet telah tumbuh terlalu cepat untuk mampu mencerna tanggung jawab dan kewajiban mereka.


"Kita akan mempelajari hal ini [tanggung jawab dan kewajiban perusahaan internet] lebih lanjut di masa mendatang. Tapi, ya, saya terganggu dengan masalah itu," ujar Rubio kepada NBC "Meet the Press", sebagaimana dilansir dari Reuters.

Senator Rand Paul juga ditanya mengenai apakah orang dapat memercayai perusahaan seperti Facebook setelah laporan tentang Cambridge Analytica yang menyalahgunakan data penggunanya muncul.


"Orang-orang harus mencermati hal itu, terlepas dari melanggar hukum atau tidaknya, privasi konsumen Amerika, individu Amerika, harus tetap dilindungi," ujar Paul di CNN.

Facebook mengungkapkan masalah ini melalui sebuah postingan blog pada hari Jumat (16/3/2018), beberapa jam sebelum media melaporkan perusahaan analisis data Cambridge Analytica, yang dipekerjakan tim kampanya pilpres Trump tahun 2016, mengambil data pengguna Facebook dan bisa jadi belum menghapusnya.

Facebook mengatakan seorang profesor psikologi Universitas Cambridge telah berbohong kepada perusahaan dan melanggar kebijakannya dengan mengirimkan data ke Cambridge Analytica dari sebuah aplikasi yang telah dikembangkannya. Hal ini menyebabkan akun perusahaan di-suspend oleh Facebook.

Facebook tidak segera menanggapi saat ditanya mengenai komentar anggota parlemen pada hari Minggu. Namun, dalam sebuah pernyataan baru yang dikeluarkan pada hari yang sama, perusahaan yang didirikan oleh Mark Zuckerberg itu, mengatakan sedang melakukan "review internal dan eksternal yang komprehensif" untuk menentukan apakah data pengguna yang dimaksud masih ada.

Menurut laporan media, Cambridge Analytica dan profesor tersebut membantah telah melanggar persyaratan Facebook.

Kasus tersebut menjadi ancaman baru bagi reputasi Facebook, yang sebelumnya telah dicurigai digunakan sebagai alat oleh orang-orang Rusia untuk memengaruhi pemilih AS sebelum dan sesudah pemilihan presiden tahun 2016.

Senator Republikan, Jeff Flake, mengatakan memiliki banyak pertanyaan tentang data yang diambil dari Facebook, termasuk apakah datanya juga telah diambil dan masih digunakan.

"Ini adalah masalah besar, bila Anda memiliki data sebanyak itu, dan pelanggaran privasi yang ada merupakan sesuatu yang besar," ujarnya dalam program "State of the Union" CNN.

"Jadi pertanyaannya adalah siapa yang mengetahuinya dan kapan mereka mengetahuinya, berapa lama ini sudah berjalan, dan apa yang terjadi dengan data itu sekarang?"

Facebook pun menghadapi tekanan baru mengenai peraturan di platform-nya dari senator Demokrat pada hari Sabtu dan dibombardir berbagai pertanyaan tentang perlindungan data pribadi, namun tidak jelas apakah Kongres yang dikuasai Republikan akan mengambil tindakan untuk menanggapi masalah ini.

Perwakilan AS, Adam Schiff, anggota Demokrat di Komite Intelijen DPR, mengatakan diperlukan penyelidikan lebih lanjut terhadap masalah ini.

"Kita perlu mencari tahu apa yang bisa kita lakukan terhadap penyalahgunaan privasi, informasi pribadi dari puluhan juta orang Amerika," ujarnya pada hari Minggu di ABC's "This Week."

Juga di ABC, Senator James Lankford, seorang Republikan, mengatakan tidak tahu apakah insiden tersebut terkait dengan kampanye Trump.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading