Bea Masuk Topang Penerimaan Bea Cukai Awal Tahun

News - Chandra Gian Asmara, CNBC Indonesia
13 March 2018 06:52
Total bea masuk yang berhasil dikumpulkan pemerintah hingga 9 Maret 2018 mencapai Rp 6,2 triliun, atau 17,3% dari target.
Jakarta, CNBC Indonesia - Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan dalam dua bulan pertama tahun ini berhasil membukukan penerimaan sebesar Rp 9,1 triliun atau 4,69% dari target yang ditetapkan Rp 194 triliun.

Berdasarkan data yang diterima CNBC Indonesia, Selasa (13/3/2018), penerimaan bea masuk menjadi sektor terbesar yang memberikan sumbangsih terhadap realisasi pendapatan bea dan cukai sejak awal tahun hingga 9 Maret 2018 itu.

Selama periode tersebut, total bea masuk yang berhasil dikumpulkan pemerintah mencapai Rp 6,2 triliun, atau 17,3% dari target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2018 sebesar Rp 35,7 triliun.


Adapun untuk penerimaan cukai, baru mencapai Rp 1,8 triliun atau 1,15% dari target sebesar Rp 155,4 triliun. Sementara itu, penerimaan melalui bea keluar mencapai Rp 1 triliun, atau 33,3% dari target sebesar Rp 3 triliun.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi berkali-kali menegaskan, minimnya serapan penerimaan cukai merupakan hal yang wajar, karena memang siklus tahunan. Namun, setelahnya akan kembali normal.


Berbagai upaya yang akan dilakukan pemerintah untuk mengakselerasi penerimaan, yakni dengan melanjutkan agenda 2017, seperti mengoptimalisasi penerbitan impor berisiko tinggi dan pengawasan obat-obatan.

Selain itu, sinergi bersama Direktorat Jenderal Pajak (DJP) pun akan terus dioptimalkan, tidak hanya bertujuan untuk mengumpulkan penerimaan melainkan juga melakukan pengawasan secara bersamaan.
Artikel Selanjutnya

Mulai 10 Oktober, Belanja Online di Atas US$75 Kena Bea Masuk


(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading