Internasional

China Akan Lawan Sanksi Dagang AS

News - Prima Wirayani, CNBC Indonesia
19 February 2018 06:22
China menyatakan akan mengambil segala tindakan untuk melindungi kepentingannya bila AS kenakan sanksi terhadap ekspor baja dan aluminium China
Beijing, CNBC Indonesia - China memperingatkan Amerika Serikat (AS) bahwa negara Tirai Bambu itu akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi kepentingannya jika negara Paman Sam mengenakan sanksi berat terhadap ekspor baja dan aluminiumnya.

Dilansir dari AFP hari Senin (19/2/2018), Departemen Perdagangan AS pada hari Jumat pekan lalu merekomendasikan pemerintah untuk mengenakan tarif yang tinggi terhadap China dan beberapa negara lainnya untuk menanggulangi kelebihan suplai baja dan aluminium global.

Hal itu akan memberikan Presiden AS Donald Trump kesempatan untuk menghembuskan kembali kebijakan perdagangan “America First”-nya namun juga memantik kekhawatiran akan terjadinya upaya balas dendam dan perang dagang antara dua negara dengan perekonomian terbesar pertama dan kedua di dunia itu.


Trump memiliki waktu hingga bulan depan untuk menentukan sikapnya.


“Jika keputusan akhir AS merugikan kepentingan China, kmai akan mengambil tindakan yang diperlukan untuk melindungi hak kami,” ujar Hejun Wang, seorang direktur Kementerian Perdagangan China, hari Sabtu lalu dalam sebuah pernyataan yang merespons laporan AS.

 Laporan otoritas AS tersebut menyebutkan kekhawatiran mengenai kelebihan produksi China dalam konteks keamanan dan pertahanan nasional, sebuah pendekatan yang langsung disangkal oleh Wang.

“Temuan dari penyelidikan [Departemen Perdagangan AS] itu tidak berdasar dan tidak sejalan dengan kenyataan,” kata Wang.

Washington, tambahnya, seharusnya tidak begitu saja mengadopsi tindakan-tindakan pelarangan di bawah jargon “keamanan nasional” yang merupakan suatu formula yang tidak jelas yang dapat secara mudah disalahgunakan.

China memproduksi sekitar separuh dari baja dunia namun menyuplai kurang dari 2% impor baja AS.

AS dan Uni Eropa (UE) mengatakan kelebihan produksi China telah menurunkan harga baja dunia dan merugikan produksi dalam negeri negara-negara tersebut.

Hari Selasa pekan lalu, Trump menuduh Beijing telah merugikan industri baja dan aluminium AS dan mengatakan dirinya sedang mempertimbangkan berbagai opsi untuk menyikapi hal tersebut.
(prm)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading