Bulog Kaji Impor Beras dengan Kapal Nasional

News - Samuel Pablo, CNBC Indonesia
13 February 2018 15:25
Bulog tengah mengkaji impor beras dengan kapal nasional.
Jakarta, CNBC Indonesia – Kementerian Perdagangan mulai 1 Mei 2018 mewajibkan penggunaan kapal yang dikuasai perusahaan pelayaran nasional untuk sejumlah kegiatan ekspor dan impor. Ekspor yang harus menggunakan kapal nasional adalah batu bara dan CPO. 

Sementara itu, untuk impor, pengiriman beras dan barang kebutuhan pemerintah dari luar negeri ke RI yang diwajibkan menggunakan kapal nasional.

Direktur Pengadaan Bulog Andrianto Wahyu Adi mengatakan pihaknya menyanggupi ketentuan tersebut.

Dia menuturkan apabila ada penugasan impor beras kembali maka kapal nasional dipilih sebagai alat transportasi dalam mengirim komoditas pangan itu dari luar negeri ke Indonesia. 


"Kami sudah mulai merintis ke arah itu. End game kami FOB (free on board) dan menggunakan asuransi dan kapal lokal,” jelasnya, Selasa (13/2/2018). 

Namun, untuk impor beras yang masuk periode Februari 2018 sebanyak 261.000 ton hingga 281.000 ton, Bulog masih menggunakan kapal asing. 


“Karena tenggat waktunya mepet, kami beli [beras dengan skema] CFR (cost and freight). Nggak sempat cari kapal sendiri, tapi asuransi sudah pakai lokal," jelasnya. 

Andrianto tidak menjelaskan secara detail perbandingan biaya impor beras menggunakan kapal asing dengan kapal nasional. Dia hanya menyebutkan Bulog sedang melakukan kajian soal itu. 


Menurutnya, ada sejumlah variabel untuk menentukan tarif angkut beras impor antara lain jenis kapal, tonase, usia kapal, tujuan sandar dan sebagainya. 

"Kalau harus kapal berbendera Indonesia, kami sedang mengkaji itu," jelas Andrianto. 

Artikel Selanjutnya

Kapal Tenggelam di Danau Toba Hanya Bisa Angkut 43 Penumpang


(ray/ray)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading