Mau Beli Rumah Sekarang Apa Ntar? Kan Ada KPR!

My Money - Khoirul Anam, CNBC Indonesia
17 February 2022 18:50
BP Tapera Salurkan Pembiayaan KPR Ke 11 Ribu ASN. (CNBC Indonesia/Syahrizal Sidik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebutuhan akan papan alias hunian menjadi salah satu dari tiga kebutuhan pokok manusia yang harus dipenuhi. Setelah berhasil memenuhi kebutuhan sandang (pakaian) dan pangan (makanan), masyarakat kemudian bisa segera memenuhi kebutuhan pokok terakhirnya. 

Membeli hunian dapat dimulai saat ini tanpa harus secara tunai, mengingat adanya program Kredit Kepemilikan Rumah (KPR). Fasilitas kredit yang dikembangkan oleh BTN sejak 10 Desember 1976 menjadi jawaban untuk masyarakat yang hendak memiliki rumah. 

Meski program KPR memberikan keringanan, sebetulnya ada waktu yang tepat untuk membeli hunian. Head Of Research and Consultancy Savills Indonesia, Anton Sitorus mengungkapkan, syarat utama sebelum membeli rumah adalah mampu secara finansial.


Ketika dari segi finansial sudah memenuhi, selanjutnya adalah mencari waktu yang tepat untuk membeli rumah. Adapun menurut Anton, saat ini menjadi momen yang tepat untuk membeli rumah, di mana kondisi pasar sedang melemah akibat pandemi Covid-19.

"Jadi, kalau lagi melemah ini biasanya pengembang berani kasih diskon untuk menarik pembeli. Karena dalam pasar kondisi yang sedang melemah ini biasanya promo itu banyak. Jadi, kesempatan seperti ini memang boleh dibilang bagus untuk membeli rumah," ujar dia kepada CNBC Indonesia beberapa waktu yang lalu.

Dia mengungkapkan, program KPR memang mempermudah masyarakat yang tidak memiliki uang untuk membeli rumah. Pasalnya KPR menyediakan fasilitas kredit kepada nasabah secara perorangan dengan tujuan membeli atau memperbaiki rumah. 

"Sekarang ini KPR sudah bagus, suku bunga rendah, lalu uang muka bisa 15% ke atas. Tapi, paling tidak, suku bunga rendah memang membantu," ungkap Anton

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Senior Research Advisor Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat. Saat ini menjadi masa yang tepat untuk membeli rumah karena para pengembang menawarkan berbagai promo. 

Di samping adanya penawaran harga dari para pengembang, saat ini pemerintah melanjutkan insentif insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) hingga 9 bulan ke depan.

Diketahui Insentif yang berlaku sejak awal tahun hingga September 2022 ini tertuang dalam PMK Nomor 6/PMK.010/2022 tentang Pajak Pertambahan Nilai atas Penyerahan Rumah Tapak dan Satuan Rumah Susun yang Ditanggung Pemerintah Tahun Anggaran 2022 yang ditetapkan pada 2 Februari 2022.

"Sementara itu, di pasar sekunder, koreksi harga rumah cukup tinggi. Artinya banyak rumah yang dijual dengan harga miring, terutama di segmen menengah ke atas. Di antaranya karena pemilik rumah membutuhkan dana segar dalam waktu cepat," kata dia. 

Dia juga sepakat bahwa, program KPR menjadi salah satu alternatif sistem pembiayaan kepemilikan rumah yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk segera membeli rumah. 

"Hal ini karena income atau saving para milenial umumnya belum mampu menjangkau untuk membeli dengan cara cash," jelas dia.

Syarifah menegaskan, diperlukan konsistensi jangka panjang dalam pengelolaan keuangan sebelum memilih KPR. Sehingga ketika memiliki pergeseran keinginan di tengah masa kredit, akan ada konsekuensi bagi peserta program KPR tersebut.

Dia juga mengimbau, ketika membeli rumah secara KPR dari perorangan pastikan bahwa sertifikat yang ada tidak bermasalah dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) sesuai dengan kondisi bangunan yang ada. Sementara jika membeli rumah dari developer, pastikan bahwa developer dimaksud telah mempunyai izin terkait, antara lain Izin Peruntukan Tanah, Izin Lokasi, Aspek Penatagunaan Lahan, site plan yang telah disahkan, dan sebagainya. 

"Lalu prasarana sudah tersedia, kondisi tanah matang, sertifikat tanah minimal SHGB (Sertifikat Hak Guna atas Bangunan) atau HGB (Hak Guna Bangunan) Induk atas nama developer, IMB Induk Kenali reputasi penjual (perorangan atau developer)," lanjut Syarifah.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Mau KPR? Ini Daftar Suku Bunga Perbankan!


(bul/bul)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading