Perang AS-Iran Memperburuk Ekonomi Dunia, Bos BI Ramal Begini!

Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
Selasa, 17/03/2026 14:10 WIB
Foto: Konferensi pers Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Maret 2026. (Tangkapan layar Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan prospek pertumbuhan ekonomi global akan semakin meredup imbas dari konflik Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Ia memperkirakan, pertumbuhan ekonomi global tahun ini makin loyo efek perang di Timur Tengah itu, dengan proyeksi 3,1%. Ini turun dari proyeksi sebelumnya 3,2%.

"Ekonomi global 3,1% dari sebelumnya 3,2% meskipun ada penurunan tarif resiprokal AS," kata Perry, saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Jakarta, Selasa (17/3/2026).


Perry menekankan, perang di Timur Tengah mendorong meroketnya harga minyak mentah dunia hingga menekan aktivitas ekonomi global. Di sisi lain, inflasi juga akan meningkat, diiringi dengan kenaikan imbal hasil surat utang negara-negara dunia.

"Itu menurunkan prospek ekonomi global dan meningkatkan inflasi global serta meningkatkan yield treasury dan arus modal keluar dari emerging market," tegasnya.


(arj/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Harga Minyak Meroket Lebih 38% hingga IHSG & Rupiah Rontok Lagi