MARKET DATA

Ekonomi AS Membaik di 2026, Jepang-China-India Malah Nyungsep

Robertus Andrianto,  CNBC Indonesia
21 January 2026 14:14
Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2026 dengan Cakupan Triwulanan. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)
Foto: Gubernur BI, Perry Warjiyo dalam Pengumuman Hasil Rapat Dewan Gubernur Bulanan Bulan Januari 2026 dengan Cakupan Triwulanan. (Tangkapan Layar Youtube Bank Indonesia)

Jakarta, CNBC Indonesia - Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi dunia akan melambat pada 2026.

Dipengaruhi ketidakpastian ekonomi, dan tak meratanya prospek kinerja perekonomian berbagai negara, khususnya negara-negara maju.

"Ekonomi global di 2026 akan tumbuh sedikit lebih rendah menjadi 3,2% dibandingkan 2025 sebesar 3,3%," kata Perry saat konferensi pers hasil rapat dewan gubernur BI, Rabu (21/1/2026).

Perry mengatakan, pertumbuhan lebih rendah juga akan disebabkan efek lanjutan tarif resiprokal AS yang tinggi dan kerentanan rantai pasok global. Meskipun prospek ekonomi AA membaik didorong investasi di sektor teknologi termasuk AI dan stimulus fiskal.

"Sedangkan pertumbuhan Jepang, China dan India melambat akibat permintaan domestik dan ekspor," katanya.

(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Ketidakpastian Masih Tinggi, Ekonomi Dunia Diramal Makin Lesu


Most Popular
Features