Banyak Kabar Gembira, Bursa Eropa Kembali Cerah

Market - Maesaroh & Maesaroh, CNBC Indonesia
01 December 2022 16:47
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach Foto: Frankfurt Stock Exchange (DAX) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kabar baik dari Amerika Serikat (AS), China, dan kawasan Eropa membuat bursa Eropa kembali cerah. Semua bursa saham Eropa menghijau pada sesi awal perdagangan Kamis (1/12/2022)

Indeks Stoxx 600 di awal sesi menguat 2,19 poin atau 0,72% ke 443,28. Sementara itu, indeks FTSE Inggris menanjak 0,07 ke 7.578,41 dan indeks CAC Prancis menguat 0,16% ke posisi 6.749,12. Indeks DAX Jerman juga menanjak 0,52% ke 14.474,68.

Menghijaunya bursa Eropa ditopang sejumlah sentimen positif, termasuk pernyataan Chairman bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell. Berbicara pada di acara Brookings Institution, Powell mengisyaratkan kenaikan suku bunga yang lebih kecil pada pertemuan yang akan datang.

Sebagai catatan, The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 75 bps beruntun pada lima pertemuan terakhir. Secara keseluruhan suku bunga The Fed naik sebesar 375 bps menjadi 3,75-4,0%.

Namun, Powell memperingatkan bahwa kebijakan moneter kemungkinan akan tetap ketat untuk beberapa waktu, sampai tanda-tanda kemajuan yang nyata muncul pada inflasi. Artinya, suku bunga tinggi akan dipertahankan dalam waktu yang lama, dan resesi masih tetap mengancam dunia.

" Masuk akal untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga kami saat kami mendekati tingkat pengekangan yang cukup untuk menurunkan inflasi. Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin akan datang segera setelah pertemuan Desember" tutur Powell, dilansir dari CNBC International.

Sentimen positif lain datang dari China. Setelah digoyang protes terkait kebijakan zero Covid nya, otoritas Guangzhou melonggarkan kebijakan pembatasan.

Wakil Perdana Menteri China Sun Chunlan juga mengisyaratkan pelonggaran pembatasan. Dikutip dari South China Morning Post, Chunlan mengatakan jika sifat patogenik Omicron sudah melemah.
Pelonggaran kebijakan di China akan berdampak besar terhadap perekonomian global mengingat China adalah negara dengan perekonomian terbesar kedua di dunia.

Kabar positif lain yang menopang bursa Eropa adalah melandainya inflasi di sejumlah negara Eropa. Inflasi di Swiss, Italia, dan Spanyol memang stagnan. Namun, inflasi di zona Eropa melandai ke 10% (year on year/yoy) pada November.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Jelang Rilis Risalah ECB, Bursa Eropa Melesat Lebih Dari 1%


(mae/mae)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading