Breaking News! Makin Parah, Harga Nikel Jatuh 3%

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
28 September 2022 16:51
INFOGRAFIS, Larangan Ekspor Biji Nikel Foto: Infografis/Larangan Ekspor Biji Nikel/Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Produksi nikel Rusia, produsen terbesar ketiga dunia, diperkirakan bertumbuh pada 2022 dan 2023 di tengah konflik geopolitik dengan Ukraina. Kekhawatiran akan pasokan langka berkurang, harga nikel pun anjlok 3% lebih.

Pada Rabu (28/9/2022) pukul 15.45 WIB harga nikel dunia tercatat US$21.170 per ton, melemah 3,15% dibandingkan harga penutupan kemarin.

Fitch Solution memperkirakan produksi nikel Rusia akan tumbuh 2% pada 2022 menjadi 251,33 ribu ton dan kemudian tumbuh 4% pada 2023 menjadi 261,38 ribu ton.

Pertumbuhan produksi nikel berlangsung saat serangan Rusia ke Ukraina masih berlangsung. Norilsk Nickel diproyeksi akan menjadi bagian terbesar dari produksi nikel Rusia selama beberapa tahun mendatang. Norilsk adalah produsen yang berkontribusi terhadap sekitar 61,4% dari total produksi nikel yang ditambang Rusia pada tahun 2020.

Pertumbuhan produksi nikel ke depan akan didukung oleh permintaan untuk industri baterai kendaraan listrik (electric vehicle/EV).

"Kami menyoroti manufaktur baterai sebagai peluang potensial untuk produksi nikel di Rusia selama beberapa tahun mendatang," tulis Fitch Solution dalam laporannya.

Pada Oktober 2018, Norilsk Nickel dan perusahaan kimia baterai BASF menyetujui kemitraan untuk membangun pabrik manufaktur baterai baru di Harjavalta, Finlandia. Pabrik tersebut mulai berproduksi pada tahun 2020 dan memiliki kapasitas untuk memasok 300.000 EV per tahun.

Nikel menjadi penerima manfaat utama dari pertumbuhan pasar EV di sisi permintaan karena produsen sering menggunakan baterai katoda yang terbuat dari nikel.

perjanjian Norilsk dengan BASF dapat memposisikan perusahaan, dan dengan perluasan Rusia, sebagai pemasok baterai terbesar untuk pasar EV di Eropa.

Selain itu, indeks dolar (yang mengukur Greenback dengan enam mata uang lainnya) yang mencapai puncak tertinggi dalam 20 tahun menjadi sentimen negatif bagi nikel. Sebab harga nikel menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya sehingga berpotensi mengurangi permintaan. Saat permintaan turun, harga akan mengikuti.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Brol! Harga Nikel Ambrol Nyaris 6%


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading