Full Senyum! Harga Perak Bangkit 1%

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
27 September 2022 12:05
Petugas menunjukkan cincin perak di pasar mas Cikini, Senin, 22/11. Harga perak dunia turun pada perdagangan ini di tengah kebimbangan antara potensi inflasi yang lebih tinggi dan sikap The Fed yang menahan suku bunga. Harga perak di pasar spot tercatat US$ 15,0200/troy ons, turun 0,12% . Pantauan CNBC Indonesia di lokasi. Harga perak terpantau stabil Di toko Bukit Mas, harga perak dijual per-ring seharga Rp700 ribu. Di Toko Yossi berlian perak dijual per gram seharga Rp200 ribu.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Perhiasan Perak (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia berusaha bangkit setelah dalam dua hari turun 6,5% secara point-to-point (ptp).

Pada Selasa (27/9/2022) pukul 11.30 WIB harga perak dunia di pasar spot tercatat US$18,52 per ons, naik 1% dibandingkan harga penutupan kemarin.

Perak dunia menguat didukung oleh nilai tukar dolar Amerika Serikat melandai setelah mencapai puncak tertinggi dalam 20 tahun terakhir. Indeks dolar (yang mengukur Greenback terhadap enam mata uang utama) tercatat 113,67, turun 0,38% dari puncaknya.

Dolar yang melemah menjadi sentimen positif bagi perak yang dibanderol dengan Greenback karena lebih murah bagi pemegang mata uang lain.

Harga perak sempat terpuruk karena Kebijakan moneter yang ketat mendorong dolar AS untuk melaju. Pada Rabu lalu waktu AS atau Kamis dini hari waktu Indonesia, bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) memutuskan untuk kembali menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin (bp) menjadi 3% - 3,25%, serta menegaskan sikap agresifnya.

Bahkan ketika pelaku pasar memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga acuan tahun depan, proyeksi FOMC justru sebaliknya. Tahun depan mereka masih berpotensi kembali menaikkan suku bunga acuan.

The Fed kini melihat suku bunga akan mencapai 4,6% (kisaran 4,5% - 4,75%) di tahun depan. Artinya, masih akan ada kenaikan 150 basis poin dari level saat ini.

Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang memegang perak sebagai aset tanpa memberikan imbal hasil. Sehingga perak kurang dilirik di era suku bunga tinggi.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Suku Bunga Acuan Fed Naik, Harga Perak Naik


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading