Jelang Pengumuman RDG BI

Sejarah Membuktikan, Begini Cara BI Mengendalikan Suku Bunga

Market - Maesaroh, CNBC Indonesia
21 September 2022 11:25
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Acara Konferensi Pers: Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan RI) Foto: Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo dalam Acara Konferensi Pers: Hasil Rapat Berkala III KSSK 2022 (Tangkapan Layar Youtube Kementerian Keuangan RI)

BI kembali memberlakukan kebijakan ahead the curve pada pertengahan 2013 untuk mengerem ekspektasi inflasi setelah pemerintah berencana menaikkan harga BBM.

Pada 13 Juni 2013, BI memutuskan untuk menaikkan BI rate sebesar 25 bps menjadi 6%. Kenaikan BI rate diputuskan sebelum pemberlakuan harga baru BBM Subsidi pada 22 Juni. Kebijakan agresif ini sangat bertolak belakang dengan 2011 dan 2012 di mana kebijakan moneter BI cenderung longgar.

Sebelum kenaikan pada Juni 2013, BI rate bahkan sudah ditahan pada posisi 5,75% selama 15 bulan. Namun, BI bertindak pre-emptive dengan terus menaikkan suku bunga acuan setelah kenaikan harga BBM.

"Meskipun laju inflasi dalam jangka pendek cukup terkendali, BI tetap mewaspadai tekanan inflasi yang berasal dari kenaikan ekspektasi inflasi terkait dengan kebijakan BBM yang akan ditempuh pemerintah," tulis BI dalam Laporan Perekonomian IndonesiaTahun 2013.

Sepanjang Juni-Desember 2013, kubu MH Thamrin menaikkan suku bunga acuan sebesar 150 bps hingga  menyentuh 7,5% pada akhir 2013 atau level tertingginya sejak Maret 2009.

Pada 2014, BI melanjutkan kebijakan moneter bias ketat yang diberlakukan sejak pertengahan 2013. Sepanjang Januari-November 2014, BI mempertahankan suku bunga acuan BI Rate sebesar 7,50%.

BI langsung menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 7,75% pada 18 November 2014 atau bertepatan dengan pemberlakuan kenaikan harga BBM Subsidi.

"Kenaikan BI Rate ini ditempuh untuk mematahkan risiko kenaikan ekspektasi inflasi dan memastikan bahwa tekanan inflasi pasca kenaikan harga BBM bersubsidi tetap terkendali, temporer, dan dapat segera kembali pada lintasan sasarannya," tulis BI dalam Laporan Perekonomian Tahun 2014.

Pada tahun ini, BI di bawah Gubernur Perry Warjiyo juga telah menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps pada Agustus 2022. Kenaikan tersebut untuk menekan ekspektasi inflasi akibat rencana kenaikan harag BBM Subsidi serta menjaga nilai tukar rupiah.

Sejak menjabat sebagai Gubernur BI pada Mei 2018, Perry baru menaikkan suku bunga acuan sebanyak enam kali yakni lima kali pada 2018 (Mei, Juni, Agustus, September, dan November) serta sekali pada Agustus 2022.

Namun, Perry pernah menaikkan suku bunga acuan secara agresif pada awal masa jabatannya. Dia mengerek suku bunga acuan sebesar 25 bps pada 30 Mei 2018 dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Tambahan yang digelar hanya beberapa hari setelah dilantik menjadi Gubernur BI pada 24 Mei 2018.

Perry bahkan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps pada Juni 2018 sebagai langkah pre-emptive dan frontloading mengantisipasi pengetatan kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed).

Menarik ditunggu apakah Perry akan kembali menaikkan suku bunga acuan secara agresif pada Kamis mendatang (22/9/2022) di tengah ekspektasi kenaikan ekspektasi inflasi serta tren kenaikan suku bunga global.

Head of Economic & Research UOB Indonesia Enrico Tanuwidjaja mengatakan ada kemungkinan BI menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 bps.  Kenaikan suku bunga 50 bps dimungkinkan jika The Fed menaikkan suku bunga acuan sebesar 100 bps pada Kamis dini hari nanti waktu Indonesia.

Dia mengingatkan BI perlu menjaga spread atau selisih antara suku bunga acuan dalam negeri dan AS terjaga untuk menjaga appetite investor.

"The Fed menaikkan suku bunga 100 bps artinya spreadnya menjadi sangat thinning terhadap BI rate sehingga frontloading kemungkinan terjadi (kenaikan) 50 bps semakin tinggi," ujar Enrico dalam Power Lunch, CNBC Indonesia (Senin, 19/09/2022).

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]

(mae/mae)
HALAMAN :
1 2
Artikel Selanjutnya

Sstt..!! Bos BI Mulai Tebar 'Kode' Kenaikan Suku Bunga Acuan

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading