Investor Wait and See, Harga Perak Tak Bergerak

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
05 September 2022 11:40
Petugas menunjukkan cincin perak di pasar mas Cikini, Senin, 22/11. Harga perak dunia turun pada perdagangan ini di tengah kebimbangan antara potensi inflasi yang lebih tinggi dan sikap The Fed yang menahan suku bunga. Harga perak di pasar spot tercatat US$ 15,0200/troy ons, turun 0,12% . Pantauan CNBC Indonesia di lokasi. Harga perak terpantau stabil Di toko Bukit Mas, harga perak dijual per-ring seharga Rp700 ribu. Di Toko Yossi berlian perak dijual per gram seharga Rp200 ribu.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Perhiasan Perak (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia terpantau datar pada perdagangan siang hari ini karena sikap wait and see para pelaku pasar jelang pengumuman suku bunga acuan The Fed dua pekan mendatang.

Di pasar spot, harga perak dunia tercatat US$18.02 per ons pada Senin (5/9/2022). Angka tersebut turun tipis 0,07% dibandingkan posisi pada akhir pekan lalu.

Pasar logam mulia masih dibayangi oleh komentar bos bank sentral Amerika Serikat (The Federal Reserves/The Fed) Jerome Powell di simposium tahunan di Jackson Hole soal arah kebijakan suku bunga.

Apa yang disampaikan oleh Jay Powell kurang lebih memberikan sinyal bahwa ke depan ruang untuk kenaikan suku bunga acuan masih terbuka. The Fed bersiap untuk mengambil kebijakan yang cukup restriktif untuk mengembalikan inflasi ke kisaran targat 2% meskipun berdampak negatif bagi rumah tangga dan pelaku bisnis.

"Dengan pertemuan Fed lebih dari dua minggu lagi dan 'masa pemadaman' mereka semakin dekat, setiap komentar dari anggota Fed minggu ini akan diteliti oleh para pedagang karena mereka memiliki kemampuan untuk menggerakkan jarum pada kebijakan Fed," kata Matt Simpson, seorang analis pasar senior di City Index.

Para pelaku pasar melihat suku bunga akan condong naik 75 basis poin (bp). Berdasarkan perangkat CME FedWatch, peluang kenaikan suku bunga acuan AS sebesar 50 bp ke 2,75-3% adalah 44%. Sementara kemungkinan kenaikan 75 bp adalah 56%.

Pertemuan The Fed selanjutnya akan diadakan pada 21 September 2022. Kenaikan suku bunga meningkatkan biaya peluang terhadap harga perak yang tidak memberikan imbal hasil sehingga investor kurang melirik perak.

TIM RISET CNBC INDONESIA

Artikel Selanjutnya

Investor 'Panas Dingin' Tunggu Data Inflasi, Harga Perak Loyo


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading