Dolar AS Loyo, Harga Perak Berkilau

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
09 August 2022 13:16
Petugas menunjukkan cincin perak di pasar mas Cikini, Senin, 22/11. Harga perak dunia turun pada perdagangan ini di tengah kebimbangan antara potensi inflasi yang lebih tinggi dan sikap The Fed yang menahan suku bunga. Harga perak di pasar spot tercatat US$ 15,0200/troy ons, turun 0,12% . Pantauan CNBC Indonesia di lokasi. Harga perak terpantau stabil Di toko Bukit Mas, harga perak dijual per-ring seharga Rp700 ribu. Di Toko Yossi berlian perak dijual per gram seharga Rp200 ribu.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki) Foto: Ilustrasi Perhiasan Perak (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga perak dunia menguat pada perdagangan siang hari ini didukung oleh pelemahan mata uang dolar Amerika Serikat (AS).

Pada Selasa (9/8/2022) harga perak dunia di pasar spot tercatat US$20,7 per ons, naik 0,2% dibandingkan harga penutupan kemarin.

Mata uang dolar AS turun memberikan keuntungan bagi perak. Dollar Index (yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama) tercatat 106,353, turun 0,08% dibandingkan posisi kemarin. Angka tersebut jauh di bawah puncak dalam 20 tahun terakhir pada 14 Juli 2022 di 108,544.

Dolar yang melemah membuat harga perak yang dibanderol dengan greenback menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya.

Saat ini investor sedang menanti pengumuman laju inflasi AS sebagai petunjuk penting mengenai langkah The Fed ke depan. Berdasarkan jajak pendapat yang dihimpun Reuters, inflasi AS diperkirakan akan melandai pada Juli 2022. Prediksinya akan berada di level 8,7% year-on-year (yoy), lebih rendah dari bulan sebelumnya yakni 9,1% yoy.

Jika prediksi tersebut tepat, maka ini akan menjadi angin segar bagi safe haven karena ada potensi meredam agresivitas kenaikan suku bunga.

Meskipun demikian, potensi bank sentral AS (Federal Reserves/The Fed) untuk menaikkan suku bunga memberi tekanan bagi emas setelah rilis data pekerja. Perak memang sebagai pelindung nilai saat inflasi tinggi. Namun menjadi kurang berkilau saat adanya kenaikan suku bunga. Sebab biaya peluang memegang perak yang tidak memberikan imbal hasil akan meningkat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Investor 'Panas Dingin' Tunggu Data Inflasi, Harga Perak Loyo


(ras/ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading