Ada Apa dengan Indosat? Di Q2 Laba Anjlok Nyaris 42%

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
29 July 2022 13:20
Seremoni Indosat Ooredoo Hutchison Foto: Monica Wareza/CNBC Indonesia

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Indosat Ooredoo Hutchison Tbk (ISAT) membukukan kinerja yang kurang memuaskan pada semester I 2022. Laba bersih perseroan drop nyaris 42%, padahal baru saja merger dengan PT Hutchinson Indonesia pemilik operator Tri.

Berdasarkan laporan keuangan kuartal II-2022 yang dipublikasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), laba Indosat tercatat hanya Rp 3,2 triliun atau turun 41,76% dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 5,5 triliun.

Dari sisi pendapatan, ISAT tercatat tumbuh 50,34% menjadi Rp 22,5 triliun dari Rp 14,9 triliun. Dimana kontributor terbesar adalah dari pendapatan seluler sebesar Rp 19,5 triliun naik dari Rp 12,4 atau setara 36,4%.

Sementara multimedia, komunikasi data, dan internet juga tumbuh dari Rp 2,3 triliun menjadi Rp 2,6 setara 11,5%.

Laba Indosat rupanya tergerus karena kenaikan beban usaha yang mencapai 107,70% menjadi Rp 16,42 triliun. Padahal pada periode yang sama 2021, pos ini tercatat hanya sebesar Rp 7,9 triliun. 

Jika dilihat lebih dalam lagi, beban operasional jaringan tercatat naik paling tinggi, yaitu 67,22% menjadi Rp 8,26 triliun dari Rp 4,91 triliun. 

Selain itu, beban keuangan perseroan juga mengalami peningkatan 50,18% menjadi Rp 2,19 triliun dari Rp 1,46 triliun.

Dalam keterbukaan informasi Jumat (29/7/2022) manajemen perseroan mengatakan fokus ISAT pada semester pertama tahun 2022 adalah pada integrasi pasca merger untuk memaksimalkan sinergi dalam hal biaya dan belanja modal sekaligus memperoleh peluang pendapatan. Pengembangan integrasi Perseroan sejauh ini telah on track dengan jadwal yang telah ditentukan dan hasil sinergi melebihi target.

Kedua merek Perseroan, IM3 dan Tri, telah menunjukkan kinerja yang baik sesuai target segmen masing-masing. Kuartal kedua menunjukkan pertumbuhan jumlah pelanggan yang terus meningkat, hal ini menunjukkan kekuatan kedua merek di pasar. Hal ini juga dibuktikan dengan peningkatan Net Promoter Score (NPS) yang menunjukkan tumbuhnya kepercayaan pelanggan terhadap kedua merek tersebut.

Merger dua perusahaan telekomunikasi, PT Indosat Tbk (ISAT) dan PT Hutchison 3 Indonesia (H3I) berlaku efektif mulai 4 Januari 2022. Sebelumnya, kedua pihak telah menandatangani perjanjian penggabungan bersyarat pada 16 September 2021 yang kemudian diperbarui pada 20 Desember.

Perusahaan hasil merger ini akan menjadi perusahaan telekomunikasi terbesar kedua di Indonesia dengan perkiraan pendapatan tahunan hingga US$3 miliar.

Ooredoo Group saat ini memiliki 65% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo lewat Ooredoo Asia, sebuah perusahaan induk yang dimiliki sepenuhnya. Penggabungan Indosat dan H3I akan menyebabkan CK Hutchison menerima saham baru di Indosat Ooredoo hingga 21,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison. Pada saat yang sama, PT Tiga Telekomunikasi akan menerima saham baru Indosat Ooredoo hingga 10,8% dari Indosat Ooredoo Hutchison.

Bersamaan dengan penggabungan bisnis, CK Hutchison akan mendapatkan 50% saham dari Ooredoo Asia dengan menukar 21,8% sahamnya di Indosat Ooredoo Hutchison untuk 33% saham di Ooredoo Asia.

Kemudian, CK Hutchison juga akan mendapatkan tambahan 16,7% kepemilikan di Ooredoo Group lewat transaksi senilai US$387 juga. Menyusul transaksi di atas, Para Pihak akan masing-masing memiliki 50% dari Ooredoo Asia, yang akan diberi nama baru yaitu Ooredoo Hutchison Asia dan memiliki 65,6% saham dan kendali atas Indosat Ooredoo Hutchison.

Pada akhir transaksi, Indosat Ooredoo Hutchison akan dikendalikan secara bersama-sama oleh Ooredoo Group dan CK Hutchison. Perusahaan gabungan akan tetap terdaftar di Bursa Efek Indonesia, dengan pemerintah Indonesia memiliki 9,6% saham, PT Tiga Telekomunikasi Indonesia memiliki 10,8% saham, dan pemegang saham publik lainnya memiliki kira-kira 14,0% saham.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Seret! Laba Bersih Bank Jatim Q2 Cuma Tumbuh 1,5%


(hps/hps)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading