Ini Daftar 25 Negara yang Terancam Bangkrut Seperti Sri Lanka

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
29 July 2022 10:25
Pengemudi bajaj mengantre di sepanjang jalan untuk membeli bahan bakar di sebuah pompa bensin di olombo, Sri Lanka, Minggu (3/7/2022). Sri Lanka kehabisan bahan bakar bensin dan diesel usai pengiriman pasokan ditunda tanpa kepastian. (Photo by -/AFP via Getty Images) Foto: Pengemudi bajaj mengantre di sepanjang jalan untuk membeli bahan bakar di sebuah pompa bensin di Kolombo, Sri Lanka, Minggu (3/7/2022). Sri Lanka kehabisan bahan bakar bensin dan diesel usai pengiriman pasokan ditunda tanpa kepastian. (Photo by -/AFP via Getty Images)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konon dunia sedang tidak baik-baik saja. Setelah pandemi yang bahkan hingga kini belum juga selesai, dunia dihantam dengan masalah geopolitik yang belum menemukan titik terangnya.

Dampaknya, sejumlah negara berpotensi mengalami kebangkrutan. Melansir dari laporan AP, penyebab krisis ekonomi yang dihadapi setiap negara berbeda antara satu dengan yang lainnya.

Namun, kepastian utama dari berbagai penyebab krisis tersebut diperburuk dengan inflasi yang tinggi. Ketika inflasi menanjak, maka daya beli masyarakat akan tergerus yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi.


Di Sri Lanka, inflasi tercatat meroket 54,6% year-on-year (yoy), menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. Tingginya inflasi berawal dari pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) melanda.

Saat itu, perekonomian global nyaris berhenti total, sebab banyak negara menerapkan kebijakan lockdown. Ketika vaksinasi sudah gencar dilakukan dan penambahan kasus baru menurun drastis, lockdown dicabut, pembatasan sosial tidak lagi ketat, kehidupan masyarakat perlahan kembali normal.

Alhasil, demand menjadi meningkat, sayangnya belum mampu diimbangi dengan supply. Hukum ekonomi pun bekerja, ketika demand lebih tinggi dari supply, maka inflasi pun terjadi.

Hal ini diperparah dengan perang Rusia dengan Ukraina. Sanksi yang diberikan Amerika Serikat dan Sekutu ke Rusia membuat harga minyak mentah melambung, begitu juga dengan gas alam dan batu bara. Krisis energi pun melanda, yang membuat inflasi semakin meninggi.

Akibat situasi tersebut, Bank Dunia bahkan sempat memberi peringatan terhadap sejumlah negara yang berpotensi mengalami kebangkrutan seperti Sri Lanka.

Dalam laporan Crisis Response Group PBB, pekan lalu, setidaknya ada sembilan negara yang disebut berpotensi bernasib sama seperti Negeri Ceylon. Di antaranya, Afganistan, Argentina, Mesir, Laos, Lebanon, Myanmar, Pakistan, Turki dan Zimbabwe.

Sementara, terdapat setidaknya 25 negara di dunia yang terancam bangkrut. Daftar tersebut terungkap dalam sebuah survei yang dilakukan oleh lembaga kajian ekonomi, Visual Capitalist.

Sebanyak 25 negara yang terancam bangkrut tersebut berasal dari data-data empat metrik penghitungan, yaitu imbal hasil obligasi pemerintah, credit default swap (CDS) 5 tahun, beban bunga sebagai persentase dari produk domestik bruto (PDB), serta utang pemerintah sebagai persentase dari PDB.

Berikut daftar 25 negara yang terancam bangkrut tersebut:

1. El Salvador

2. Ghana

3. Tunisia

4. Pakistan

5. Mesir

6. Kenya

7. Argentina

8. Ukraina

9. Bahrain

10. Namibia

11. Brasil

12. Angola

13. Senegal

14. Rwanda

15. Afrika Selatan

16. Costa Rika

17. Gabon

18. Morocco

19. Ekuador

20. Turki

21. Republik Dominika

22. Ethiopia

23. Colombia

24. Nigeria

25. Meksiko


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

'Jebakan Batman' Utang China Makan Korban Baru, RI Waspada!


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading