Update Terbaru 25 Negara yang Bisa Bangkrut Kaya Sri Lanka

Market - Teti Purwanti, CNBC Indonesia
23 July 2022 11:45
Daftar 25 Negara yang Terancam Bangkrut, Ada RI? Foto: Infografis/ Daftar 25 Negara yang Terancam Bangkrut, Ada RI?/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Isu resesi dan kebangkrutan menjadi momok bagi beberapa negara. Bank Dunia memberi peringatan terhadap sejumlah negara yang berpotensi mengalami kebangkrutan seperti Sri Lanka.

Terdapat sebanyak 9 negara yang berpotensi bernasib sama seperti Sri Lanka. Dalam laporan Crisis Response Group, Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB), 9 negara tersebut di antaranya, Afganistan, Argentina, Mesir, Laos, Lebanon, Myanmar, Pakistan, Turki dan Zimbabwe.

Melansir dari laporan AP, penyebab krisis ekonomi yang dihadapi setiap negara berbeda antara satu dengan yang lainnya. Namun, kepastian utama dari berbagai penyebab krisis tersebut diperburuk dengan inflasi yang tinggi.


Ketika inflasi menanjak, maka daya beli masyarakat akan tergerus yang akhirnya berdampak pada pertumbuhan ekonomi. Di Sri Lanka, inflasi tercatat meroket 54,6% year-on-year (yoy), menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah. 

Tingginya inflasi berawal dari pandemi penyakit akibat virus corona (Covid-19) melanda. Saat itu, perekonomian global nyaris berhenti total, sebab banyak negara menerapkan kebijakan lockdown.

Ketika vaksinasi sudah gencar dilakukan dan penambahan kasus baru menurun drastis, lockdown dicabut, pembatasan sosial tidak lagi ketat, kehidupan masyarakat perlahan kembali normal.

Alhasil, demand menjadi meningkat, sayangnya belum mampu diimbangi dengan supply. Hukum ekonomi pun bekerja, ketika demand lebih tinggi dari supply, maka inflasi pun terjadi.

Hal ini diperparah dengan perang Rusia dengan Ukraina. Sanksi yang diberikan Amerika Serikat dan Sekutu ke Rusia membuat harga minyak mentah melambung, begitu juga dengan gas alam dan batu bara. Krisis energi pun melanda, yang membuat inflasi semakin meninggi.

Belum lagi harga pangan yang semakin mahal akibat tersendatnya pasokan pupuk dari Rusia dan Ukraina. Alhasil inflasi menjadi tak terkendali.

Beberapa negara sudah pernah mengalami inflasi yang gila-gilaan. Zimbabwe misalnya, inflasinya kini mencapai 192% secara tahunan (yoy), tertinggi sejak April 2021. Meski demikian, kenaikan tersebut memicu kekhawatiran akan Zimbabwe kembali mengalami hiperinflasi seperti 2008.

Argentina dan Turki, menjadi negara G20 yang terancam mengalami kebangkrutan. Inflasi di Argentina meroket 60,7% (yoy) menjadi yang tertinggi sejak Januari 1992.

Turki lebih tinggi lagi. Pada bulan Juni, inflasi di negara yang dipimpin Recep Tayyip Erdogan tersebut tercatat melesat 78,62% (yoy) yang merupakan titik tertinggi dalam 24 tahun terakhir.

Tingginya harga minyak mentah dan komoditas energi lainnya menjadi salah satu penyumbang inflasi, selain juga harga pangan.

Inflasi sektor transportasi dilaporkan melesat lebih dari 123%, kemudian harga makanan naik nyaris 94%.

Inflasi di Turki diperparah dengan jebloknya nilai tukar lira lebih dari 20% sepanjang tahun ini melawan dolar AS. Meski lira jeblok dan inflasi meroket, bank sentral Turki (CBRT) masih enggan menaikkan suku bunga.

Untungnya tidak ada Indonesia dalam daftar negara yang berada di ujung kebangkrutan tersebut. Berikut daftar lengkapnya:

1. El Salvador
2. Ghana
3. Tunisia
4. Pakistan
5. Mesir
6. Kenya
7. Argentina
8. Ukraina
9. Bahrain
10. Namibia
11. Brasil
12. Angola
13. Senegal
14. Rwanda
15. Afrika Selatan
16. Costa Rica
17. Gabon
18. Morocco
19. Ekuador
20. Turki
21. Republik Dominika
22. Etiopia
23. Colombia
24. Nigeria
25. Meksiko


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Saham Sri Lanka Tutup Mulai Hari Ini Hingga 22 April


(vap/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading