Bos Sawit Agak Lega, Harga CPO Naik Setelah Koreksi Beruntun

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
05 July 2022 09:08
FILE PHOTO: A worker unloads palm oil fruits from a lorry inside a palm oil factory in Salak Tinggi, outside Kuala Lumpur August 4, 2014.   REUTERS/Samsul Said/File Photo

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) naik di sesi awal perdagangan pada Selasa (5/7/2022), setelah harga CPO terkoreksi dua hari beruntun.

Mengacu pada data Refinitiv, pukul 07:20 WIB, harga CPO diperdagangkan di posisi MYR 4.387/ton atau naik 0,85%.


Pada Senin (4/7), harga minyak sawit berjangka di Bursa Malaysia Derivatives Exchange ditutup ambles 7,65% menjadi MYR 4.350/ton (US$985,72/ton) setelah anjlok 4% pada Jumat (1/7).

Harga CPO anjlok kemarin setelah produsen minyak sawit utama yakni Indonesia mengatakan sedang mempertimbangkan kuota ekspor yang lebih besar untuk mengurangi persediaan domestik yang tinggi, di tengah kekhawatiran meningkatnya persediaan CPO di Malaysia.

"Meningkatnya ketersediaan ekspor minyak sawit Indonesia merupakan hal yang bearish bagi minyak sawit lainnya, terutama Malaysia dan pasar bereaksi terhadapnya," kata Anilkumar Bagani, kepala riset pialang minyak nabati Sunvin Group yang berbasis di Mumbai dikutip dari Reuters.

Pada Sabtu (2/7), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan bahwa pemerintah Indonesia akan mengizinkan perusahaan yang telah menjual minyak sawit di dalam negeri untuk mengekspor tujuh kali lipat jumlah penjualan domestik mereka.

"Saya meminta Kementerian Perdagangan untuk meningkatkan faktor perkalian ekspor menjadi tujuh kali lipat mulai 1 Juli, dengan tujuan utama untuk meningkatkan harga Tandan Buah Segar (TBS) petani secara signifikan," kata Luhut.

Selain itu, beberapa pedagang di Kuala Lumpur juga mencemaskan bahwa persediaan CPO di Malaysia akan meningkat karena produksi yang lebih tinggi dan ekspor yang lamban ke India dan Uni Eropa.

Ditambah, penurunan harga pada minyak nabati saingan seperti minyak kedelai di Chicago Board of Trade yang anjlok 1,91% kemarin, menambah tekanan terhadap harga CPO. Minyak sawit dipengaruhi oleh pergerakan harga minyak terkait karena mereka bersaing untuk mendapatkan bagian di pasar minyak nabati global.

Lantas, bagaimana tren selanjutnya?

Menurut Analis Reuters, Wang Tao, harga CPO hari ini akan menguji titik support di MYR 4.267/ton. Penembusan di bawahnya dapat mengerek harga CPO turun menuju titik target MYR 3.900-4.090/ton.

CPO 5 JuliSumber: Refinitiv

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Terimakasih RI! Harga CPO Dunia Jadi Lebih Murah


(aaf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading