Xie-xie! Gegara China Harga Karet Nanjak

Market - Robertus Andrianto, CNBC Indonesia
28 June 2022 18:20
A worker collects latex from a rubber tree in Sanya, in Hainan province in this November 6, 2007 file photo. Scientists are worried that the expansion of rubber plantations to feed China's voracious tyre industry, the world's largest, will destroy the ecosystem of Xishuangbanna, tucked between China's borders with Laos and Myanmar. REUTERS/Andy Gao/Files

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga karet dunia naik pada perdagangan hari ini karena harapan dari pemerintah China untuk all out untuk memulihkan ekonomi.

Pada Selasa (28/6/2022) harga karet yang diperdagangkan di bursa berjangka Jepang tercatat JPY 259,2/kg, naik tipis 0,08% dibandingkan harga penutupan kemarin.

"Ada optimisme di pasar karena China terus melonggarkan pembatasan Covid-nya dan para pedagang lebih yakin bahwa yang terburuk sudah berakhir untuk China," kata seorang pedagang yang berbasis di Singapura.


"Namun, masih ada beberapa pandangan bearish bahwa permintaan di China tidak akan meningkat secara signifikan selama tiga bulan ke depan," tambahnya.

Pada Sabtu, (25/6/2022) jumlah kasus di Negeri Tirai Bambu cenderung sudah lebih rendah dalam beberapa hari terakhir. Komisi pendidikan ibu kota menyatakan semua sekolah dasar dan menengah di ibu kota dapat kembali melakukan tatap muka mulai Senin depan.

Shanghai akan secara bertahap melonggarkan untuk makan di restoran mulai 29 Juni di daerah berisiko rendah dan daerah tanpa penyebaran Covid-19. Shanghai juga melaporkan tidak ada kasus lokal baru yang bergejala maupun tidak bergejala.

MelansirReutersSabtu (25/6/2022), kemenangan ini merupakan upaya dari kepatuhan China terhadap kebijakan nol-Covid yang telah menurunkan jumlah kasus.

Kemudian pemerintah China mengatakan akan menerapkan langkah-langkah dukungan untuk memulihkan ekonominya setelah dikunci karena penyebaran virus Corona (Cronavirus Disease-2019/Covid-19) selama dua bulan lebih ini.

"Pemerintah akan menerapkan langkah-langkah dukungan yang ada sambil meningkatkan kotak peralatan kebijakannya," ujar Ou Hong, wakil sekretaris jenderal di Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional, mengatakan pada konferensi pers.

"Kami sepenuhnya yakin dapat mengatasi tantangan sulit dalam operasi ekonomi dan kami memiliki kemampuan untuk mengatasi segala macam perubahan tak terduga untuk memastikan pembangunan ekonomi yang stabil, sehat dan berkelanjutan , " tambahnya.

Kebijakan moneter China akan terus akomodatif untuk mendukung pemulihan ekonomi, kata Gubernur People's Bank of China Yi Gang. Hal ini bisa mendukung industri. Ujung-ujungnya permintaan karet dunia bisa meningkat.

Hal ini jadi sentimen positif bagi harga karet karena China merupakan konsumen karet terbesar di dunia dengan menyerap 4,7 juta metrik ton, mengacu data Statista.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Permintaan Layu, Harga Karet Turun


(ras)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading