Inflasi Inggris Sentuh 9%, Tapi Bursa Eropa Masih Cerah

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
18 May 2022 14:33
FILE PHOTO: Company stock price information, including Klepierre SA, is displayed on screens as they hang above the Paris stock exchange, operated by Euronext NV, in La Defense business district in Paris, France, December 14, 2016. REUTERS/Benoit Tessier

Jakarta. CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal perdagangan cenderung bergerak menguat pada hari ini, Rabu (18/5/2022), di mana pasar global masih kesulitan untuk menemukan momentum.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi menguat 0,12% ke level 439,5 di mana saham emiten utilitas naik tipis 0,8% dan saham emiten sumber daya alam jatuh 0,4%.

Hal yang serupa terjadi pada indeks DAX Jerman terapresiasi 15,35 poin atau 0,11% ke 14.201,29 dan indeks CAC Prancis naik tipis 0,04% ke level 6.432,84.


Namun, Indeks FTSE Inggris terkoreksi 0,05% ke level 7.514,4.

Pergerakan tersebut mengekor performa bursa saham di Asia Pasifik yang bergerak beragam, di mana investor masih mengevaluasi pernyataan dari Ketua bank sentral Amerika Serikat (AS) (Federal Reserve/The Fed) Jerome Powell yang mengatakan akan menyelesaikan persoalan inflasi dengan menaikkan suku bunga acuan.

The Fed telah menaikkan suku bunga acuannya pada awal Mei sebanyak 50 basis poin dan menjadi kenaikan terbesar selama dua dekade. Kontrak berjangka (futures) indeks AS bergerak melemah, di mana investor berusaha membangun reli yang solid.

Inflasi Inggris melonjak dan berada di 9% untuk bulan April dan menjadi rekor tertinggi sejak 40 tahun, dipicu oleh kenaikan harga pangan dan energi. Sehingga, meningkatkan krisis biaya hidup.

Musim rilis kinerja keuangan akan dihiasi oleh ABN AMRO, Burberry, British Land dan Premier Foods.

TIM RISET CNBC INDONESIA 


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Bursa Eropa Dibuka di Zona Hijau Menunggu Kebijakan ECB


(aaf/vap)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading