Aset Kripto Miliknya Ambruk, Pencipta Terra Luna Patah Hati

Market - Emir Yanwardhana, CNBC Indonesia
16 May 2022 06:30
Terra Luna_cover/

Jakarta, CNBC Indonesia - Pencipta aset kripto Terra Luna Do Kwon angkat bicara mengenai aset buatannya yang anjlok. Dia juga mengungkapkan kalau dirinya patah hati karena hal ini membuatnya patah hati.

Mengutip CoinMarketCap, pada Jumat (13/5/2022), pukul 13.50 WIB, Terra LUNA ambruk ke harga US$0.00005976 per koin atau setara Rp 0,87 rupiah. Dalam 24 jam terakhir, harga Terra LUNA sudah turun 99,98%. Penurunan ini membuat kapitalisasi pasar turun menjadi US$347,2 juta.

Padahal pada 5 April 2022, Terra LUNA sempat mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa senilai US$119,18 per koin dan memiliki kapitalisasi pasar hingga US$40 miliar.


Melansir Coindesk, Do Kwon menghabiskan beberapa hari terakhir untuk menelpon berbagai anggota komunitas tentang token yang kehilangan semua nilainya.

"Saya masih percaya ekonomi yang terdesentralisasi layak mendapatkan uang yang di desentralisasi, tapi jelas US$ dalam bentuknya saat ini tidak menjadi uang itu," dalam tweetnya dilansir Coindesk, Minggu (15/5/2022).

Menurut dia, TerraUSD, sebuah stablecoin yang nilai seharusnya tetap dipatok terhadap dollar Amerika Serikat, namun kehilangan acuannya pada awal pekan ini dan tidak pernah pulih.

Dalam unggahan sebelumnya, dia juga mengakui stablecoin Terra sebagaimana adanya tidak dapat dipulihkan.

"Sementera ekonomi yang terdesentralisasi memang membutuhkan uang yang terdesentralisasi, UST telah kehilangan terlalu banyak kepercayaan dengan penggunaannya untuk memainkan peran tersebut," katanya.

Blockchain yang menopang Luna dan UST ditutup dua kali oleh validator selama satu pekan terakhir. Kwon juga mengaku tidak menjual Token Luna atau UST selama insiden.


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Pemicu Kiamat Kripto: UST, Luna, Bitcoin


(luc/luc)
Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading