Dapat Semangat dari Rilis Keuangan Bank, Dow Futures Menguat

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
14 April 2022 18:11
In this photo provided by the New York Stock Exchange, trader Americo Brunetti works on the floor, Thursday, March 25, 2021. Stocks are wobbling in afternoon trading Thursday as a slide in technology companies is being offset by gains for banks as bond yields stabilize.(Courtney Crow/New York Stock Exchange via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kontrak berjangka (futures) indeks bursa Amerika Serikat (AS) cenderung bergerak menguat, meski hanya tipis pada perdagangan Kamis (14/4/2022), di mana investor masih menunggu musim rilis kinerja keuangan dari bank-bank besar AS.

Kontrak futures indeks Dow Jones menguat 26 poin. Kontrak serupa indeks S&P 500 bergerak stagnan dan Nasdaq menguat 0,1%.

Di pasar regular kemarin, indeks Dow Jones menguat 344 poin atau 0,1% karena rilis kinerja keuangan dari Delta dan JPMorgan. Indeks S&P 500 dan Nasdaq naik yang masing-masing sebesar 1% dan 2%. Ketiga indeks menghentikan penurunan beruntun selama tiga hari.


Namun, indeks S&P 500 turun 0,9% secara mingguan, di tengah kekhawatiran inflasi karena laporan data Consumer Price Index (CPI) menunjukkan kenaikan harga yang tidak terlihat sejak 1981. Selain itu, Nasdaq dan Dow Jones melemah yang masing-masing sebesar 0,5% secara mingguan. Jumat (15/4), bursa saham AS akan ditutup.

Hari ini, Wells Fargo, Goldman Sachs, Morgan Stanley, dan Citigroup akan melaporkan kinerja keuangan kuartal I-2022. Investor akan memantau bagaimana bank mengatasi hambatan makro selama kuartal tersebut, terutama ketika kurva imbal hasil (yield) obligasi pemerintah AS yang mendatar.

Saham JPMorgan merosot lebih dari 3% kemarin, setelah perusahaannya membukukan biaya US$ 902 juta untuk membangun cadangan kredit untuk mengantisipasi kerugian pinjaman dan kerugian US$ 524 juta terkait dengan pergolakan pasar karena Rusia.

Pengalaman JPMorgan mungkin tidak selalu menjadi pertanda baik bagi mereka, tapi masih ada tanda baik bagi para pesaingnya di AS. Mereka melaporkan pendapatan dan operasi ekuitas senilai US$ 1,3 miliar lebih banyak dari yang diperkirakan para analis.

JPMorgan juga melaporkan peningkatan pendapatan pada pinjaman dan kenaikan suku bunga yang merupakan pertanda baik bagi saingan perbankan Wells Fargo. Wells Fargo telah menjadi pilihan analis tahun ini karena sensitivitasnya yang lebih besar terhadap kenaikan suku bunga.

"Ekspektasi untuk musim rilis kinerja perbankan kuartal I-2022 menurun 1%, jika kinerja keuangan mengalahkan ekspektasi maka akan menggerakkan saham lebih tinggi dan laba bersih karena suku bunga akan bergerak lebih tinggi," tutur Kepala Investasi Homrich Berg Stephanie Lang dikutip dari CNBC International.

Investor masih menunggu data penjualan ritel di Maret yang dijadwalkan akan dirilis pukul 8:30 pagi hari ini waktu setempat. Penjualan ritel diperkirakan akan naik 0,6% bulan ini, jika mengacu pada poling analis Dow Jones.

"Mengingat tingkat krisis geopolitik yang ekstrem dan kurva bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed) yang tajam, maka pasar jadi tangguh. Keuntungan akan lebih rendah tapi masih ada argumen untuk berinvestasi di ekuitas, hampir tidak ada tempat lain untuk dituju. Kita harus melihat bagaimana musim rilis kinerja keuangan berjalan, seberapa banyak perusahaan berbicara tentang inflasi, masalah rantai pasokan yang mempengaruhi margin dan prospek sisa tahun," tutur Kepala Investasi Defiance EFTs Sylvia Jablonski.

Dia juga memprediksikan bahwa musim rilis kinerja keuangan akan mengalahkan ekspektasi lagi, jika terjadi maka akan terlihat tren bullish.

U.S Bancorp, PNC Financial, serta Ally Financial dijadwalkan akan merilis kinerja keuangan hari ini. Disusul oleh rilis data harga impor dan klaim pengangguran yang akan dirilis pada pukul 8:30 pagi waktu setempat.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Perang Ukraina Jeda Sejenak, Dow Jones Dibuka Lompat 560 Poin


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
Features
    spinner loading