Newsletter

Pertalite & Gas Melon Mau Naik, RI Kena 'Tsunami' Inflasi?

Market - Hidayat Setiaji, CNBC Indonesia
14 April 2022 06:10
Warga menukar uang nominal Rp.  5000 di teller bank di tempat penukaran uang receh di IRTI Monas, Jakarta, Selasa (22/5). Sejumlah perbankan menyediakan jasa tukar uang receh di kawasan tersebut. Banyak warga yg menukar uang receh untuk keperluan lebaran dan dikasih kepada sanak saudara dan kerabat.  (CNBC Indonesia/Muhammad Sabki) Foto: CNBC Indonesia/Muhammad Sabki

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar keuangan Indonesia ditutup tidak kompak pada perdagangan kemarin. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat, bahkan mencatat rekor tertinggi sepanjang masa. Namun nilai tukar rupiah melemah, meski sangat tipis.

Kemarin, IHSG menutup hari di posisi 7.262,78. Naik 0,67% dari hari sebelumnya sekaligus menjadi rekor tertinggi baru.


Lagi-lagi perdagangan di lantai bursa berlangsung semarak. Volume perdagangan melibatkan 26,71 miliar unit saham. Jauh di atas rata-rata sepanjang 2022 yaitu 23,16 miliar.

Sementara frekuensi perdagangan tercatat 1,56 juta kali, juga di atas rerata sepanjang tahun yang 1,42 juta kali. Kemudian nilai transaksi mencapai Rp 17 triliun, lebih tinggi ketimbang rata-rata 2022 yaitu Rp 14,55 triliun.

Investor asing juga terus 'menyerok' saham di Bursa Efek Indonesia (BEI). Nilai beli bersih investor asing adalah Rp 1,18 triliun di seluruh pasar. Dengan begitu, nilai beli bersih investor asing sepanjang 2022 adalah Rp 41,32 triliun.

Namun sayang, gairah di bursa saham tersebut tidak menular ke pasar valas. Di perdagangan pasar spot, rupiah finis di posisi Rp 14.362/US$. Di hadapan dolar Amerika Serikat (AS), mata uang Nusantara terdepresiasi tipis hampir flat 0,01%.

Halaman Selanjutnya --> Wall Street Melejit

Wall Street Melejit
BACA HALAMAN BERIKUTNYA
HALAMAN :
1 2 3 4

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading