Meski The Fed Tambah "Galak", Bursa Eropa Dibuka Cerah

Market - Annisa Aflaha, CNBC Indonesia
07 April 2022 14:50
The German share prize index DAX board is photographed early afternoon on the day of the Brexit deal vote of the British parliament in Frankfurt, Germany, January 15, 2019. REUTERS/Kai Pfaffenbach Foto: Frankfurt Stock Exchange (DAX) (REUTERS/Kai Pfaffenbach)

Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Eropa di sesi awal perdagangan cenderung menguat pada hari ini, Kamis (7/4/2022), di tengah pejabat bank sentral Amerika Serikat (AS) (Federal Reserve/The Fed) berencana untuk mengetatkan kebijakan moneter dan perang di Ukraina yang masih berlangsung sebagai sentimen utama di pasar.

Indeks Stoxx 600 di awal sesi bergerak naik 0,2% ke level 457.11, di mana saham kesehatan tumbuh 0,9%. Sementara itu, saham minyak dan gas turun 1,2%.

Indeks DAX Jerman menguat 51,19 poin atau naik 0,36% ke 14.202,88 dan indeks CAC Prancis terapresiasi 0,77% ke level 6.548,61.

Sementara itu, indeks FTSE Inggris terkoreksi 0,1% ke level 7.579,85.

Kemarin, indeks Stoxx berakhir merosot 1,6%, di mana pernyataan hawkish dari dua pejabat The Fed meningkatkan ekspektasi bahwa The Fed akan lebih agresif lagi.

Bursa saham di AS mengalami aksi jual selama dua hari beruntun karena risalah pertemuan The Fed menunjukkan bahwa para pejabat berencana untuk mengurangi triliunan kepemilikan obligasi mereka dengan jumlah konsensus sekitar US$ 95 miliar.

Sementara itu, pembuat kebijakan mengindikasikan bahwa kenaikan suku bunga acuan sebanyak 50 basis poin dapat dipastikan akan terjadi untuk memerangi lonjakan inflasi.

Kontrak berjangka (futures) indeks bursa AS melemah di pra-pembukaan perdagangan hari ini, di mana bursa saham di Asia juga anjlok. Indeks Nikkei Jepang merosot hampir 2% dan menjadi pemimpin penurunan.

Investor global masih mengamati dampak dari kontrol ketat Covid-19 di China ketika menghadapi lonjakan kasus baru-baru ini. Hal tersebut berpotensi akan mengganggu rantai pasokan global.

Selain itu, investor juga menunggu rincian sanksi terbaru dari negara Barat terhadap Rusia setelah muncul bukti potensi kejahatan perang di Ukraina.

Para menteri luar negeri NATO berkumpul di Brussel kemarin, guna membahas perang antara Rusia-Ukraina.

Credit Suisse akan menerbitkan kembali laporan keuangan untuk mencerminkan struktur pelaporan divisi baru yang telah diumumkan pada bulan November lalu.

TIM RISET CNBC INDONESIA


[Gambas:Video CNBC]
Artikel Selanjutnya

Awal Mei Saat IHSG Libur, Bursa Saham Eropa Dibuka Lesu


(aaf/vap)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

Terpopuler
    spinner loading
LAINNYA DI DETIKNETWORK
    spinner loading
Features
    spinner loading